Badan Diklat Provinsi Gembleng 20 Tenaga Pendidik Papua

Share it:
Penyematan tanda peserta oleh Gubernur yang
diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra
Provinsi Papua, Drs Elia I. Loupatty, MM
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Papua menggembleng 20 tenaga pendidik tingkat Provinsi Papua dengan Diklat Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Widyaiswara.

“Kegiatan Diklat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan karier sehingga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada ASN,” kata Gubernur Papua dalam sambutan yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Provinsi Papua, Drs Elia I. Loupatty, MM ketika membuka acara Diklat Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Widyaiswara di Aula Kantor Badan Diklat Provinsi Papua, Kotaraja Dalam, Selasa (24/5).

20 Orang widyaswara yang saat ini dimiliki  Badan Diklat Provinsi Papua diharapkan dapat diberdayakan secara profesional sesuai dengan kapasitas setiap widyaiswara akan mampu kelola seluruh kegiatan diklat di tingkat Provinsi Papua maupun Kabupaten/Kota.

”Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mampu memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang dengan cepat untuk mengemas dan mengembangkan dengan cepat pembinaan dan pemberdayaan widyaiswara secara profesional,”katanya.

Dikatakan Gubernur, untuk dapat meraih pangkat dan jabatan yang lebih tinggi sangat tergantung pada kemampuan setiap widyaiswara untuk menghimpun angka kredit sesuai dengan batas minimal yang dipersyaratkan.

Pola pembinaan yang konsisten dan terus dikembangkan akan memungkinkan setiap widyaiswara mencapai karier pada tingkat pangkat dan jabatan yang paling tinggi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Maka hal yang perlu mendapat perhatian dengan kewenangan proses penilaian angka kredit, juga perlu dipahami dengan baik tentang perubahan struktur dalam daftar usulan penetapan angka kredit (DUPAK) sesuai ketentuan pelaksanaannya yang diatur dalam Peraturan Kepala LAN Nomor 26 tahun 2015 tentang pedoman penilaian angka kredit jabatan fungsional widyaiswara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Widyaiswara LAN RI, Army Winarti menambahkan pihaknya berkewajiban untuk membantu pengembangan karier widyaiswara di Provinsi Papua mengingat sudah menjadi tugas pokok dan tangugjawab dari LAN RI.

“Kami juga harus membantu pengembangan kapasitas dari para widyaiswara dengan melakukan pembinaan,” katanya

Menurutnya, kegiatan diklat angka kredit jabatan fungsional widyaiswara penting bagi widyaiswara sendiri dan juga tim penilai daerah (TPD) dalam rangka menyamakan persepsi tentang jabatan fungsional untuk pengumpulan angka kredit.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga