BTM : Jangan Persulit Pelayanan Kepada Masyarakat

Share it:
DR. Benhur Tomi Mano, MM
Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM mengingatkan jajarannya untuk tidak mempersulit pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan mempersulit saat memberikan pelayanan kita kepada masyarakat. Kalau pelayanan bisa dipercepat kenapa harus diperlambat?” imbuhnya, usai menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 108, Jumat (20/5).

Ditegaskan pria yang akrab disapa BTM ini, pangkas segala proses  pelayanan yang berbelit-belit dan berkepanjangan tanpa alasan yang jelas.

“Mari bangun proses-proses yang lebih transparan dengan memberikan pelayanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan,’ tegasnya.

Lanjut BTM, Bangsa Indonesia sejak tahun 2008 hingga pergerakan Kemerdekaan tahun 1945 bahkan hingga era reformasi telah mencetuskan berbagai hal guna memajukan pembangunan.

“Kita sebagai anak bangsa harus meneruskan cita-cita bangsa Indonesia. Karena itu, saya mengajak kita untuk terus mengisi pembangunan di segala bidang, memajukan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cerdas,bangsa yang berkarakter kuat dan penuh dedikasi dan integritas yang tinggi di segala bidang,” ajak BTM.

Empat pilar kebangsaan UUD 1945, Pancasila ,Bhineka Tunggalika dan NKRI harus terus dikumandangkan di wilayah masing-masing sampai ke basis yang terendah, yakni Kampung dan kelurahan.

“Kota Jayapura merupakan bagian dari NKRI yang tidak dapat dipisahkan dari NKRI, sehingga untuk mengisi pembangunan, kita juga harus bekerja secara profesional kepada masyarakat sebagaimana arahan Menteri Komunikasi dan Informatika RI bahwa kita jangan mempersulit dalam pelayanan kepada masyarakat, kalau cepat kenapa kita harus perlambat,” sambungnya.

Selain itu juga, BTM mengajak seluruh masyarakat untuk mengikis paham-paham radikalisme, komunisme juga ISIS yang berkembang saat ini dan khusus di Kota Jayapura harus dijaga bersama agar sampai paham ini muncul.

Paham ini tegas putra asli Port Numbay ini, harus dihapus dari tanah dan negeri ini.

“Tetapi kita yang berbeda-beda harus tetap satu untuk memajukan daerah kita masing-masing dalam rangka kesejahteraan, kemandirian dan kesehatan masyarakat. Marilah kita bekerja dengan bermartabat dan berakal budi yang luhur serta berjiwa profesional dalam tugas dan pengertian kita,” kembali tegasnya.

Dalam rangka mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pejuang sejak zaman  Budi Utomo 1928, berlanjut ke era Sumpah Pemuda 1928 sampai dengan Proklamasi Kemerdekaan RI 1945, hingga era reformasi saat ini.

“Hal ini akan terus kita perjuangkan dan pertahankan  dengan baik agar kita bisa menekan angka kemiskinan, kebodohan, buta aksara. Dan ini merupakan tugas kita bersama dalam mengisi kemerdekaan karena para pejuang dalam memperjuangkan hal ini mereka lakukan hingga titik darah penghabisan,” cetusnya.

Saat ini, sebagai warga yang baik maka sepatutnya untuk meneruskan perjuangan ini dengan ujung pena dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jangan kita bertanya apa yang kita berikan kepada negara tapi kita harus bertanya apa yang harus diberikan kepada negara ini, dan itu merupakan tugas kita sebagai bangsa Indonesia di seluruh pelosok tanah air,” tukasnya.

Warga kota Jayapura juga diminta untuk bersatu membangun negeri berjuluk “Port Numbay” ini sesuai dengan moto "Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemulihan Nama Tuhan".

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga