DKP Kota Jayapura Terus Pantau Perkembangan Rumah Ikan

Share it:
Matheys Sibi
Jayapura, Dharapos.com
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Jayapura telah melakukan pemantauan terhadap rumah ikan yang berada di 2 titik masing-masing Kayu Pulo dan Teluk Youtefa.

Demikian keterangan Kepala Bidang Produksi DKP Kota Jayapura, Matheys Sibi kepada sejumlah wartawan, Senin (23/5).

“Sejauh ini ada beberapa kegiatan yang kami lakukan seperti transplantasi terumbu karang, dan juga melakukan pemasangan rumah ikan,” terangnya,

Terkait rumah ikan, sejauh ini perkembangannya cukup bagus karena pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan pada beberapa titik yang sudah dilakukan pemasangan seperti di kampung Kayu Pulo dan Teluk Youtefa.

Sibi mengungkapkan, sejak pemasangan di 2 lokasi tersebut sejak 2014 dan 2015, dua minggu setelah itu terlihat pertumbuhan cukup bagus dan saat ini ikannya cukup banyak.

Namun diakui pula, permasalahannya kembali kepada masyarakat yang ada di sekitar lokasi rumah ikan.

“Kami harapkan ada kerja sama dari mereka untuk ikut mengawasi. Sehingga kami yakin sumber ikan di lokasi itu akan melimpah ruah seperti dulu lagi,” imbuhnya.

Sibi menuturkan, pemasangan ini dilakukan di titik-titik atau kawasan yang masyarakatnya sering menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom ikan.

Hingga saat ini yang disebarkan ada sekitar 120 modul dengan berbagai jenis karena rumah ikan ini merupakan hasil teknologi dari Balai Besar Pengembangan Perikanan Tangkap di Semarang yang kemudian di adopsi dalam kegiatan itu.

“Jadi rumah ikan ini sudah didesain, kita tinggal beli paketnya dan kita pasang di titik yang terkena bom atau di tempat yang terumbu karangnya rusak,” urainya.

Untuk tahun 2016 dan 2017, tidak dilakukan pemasangan rumah ikan namun hanya melihat perkembangan rumah ikan yang dipasang tahun lalu.

“Kalau bagus, nanti kita lihat lagi dengan dukungan anggaran yang ada untuk titik-titik mana lagi yang nanti akan kita pasang,” sambung Sibi.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pantauan di seputar perairan Kota Jayapura yaitu di depan Kayu Pulo, Holtekam, dan dalam Teluk Youtefa ada beberapa titik yang sering masyarakat lakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

“Untuk di Holtekam kita memang pernah pasang dengan konstruksi beton, cuma karena arus dasar begitu kencang jadi hanya bertahan berkisar 3 - 4 bulan, hilang tertimbun pasir di dasar laut. Jadi kita fokus untuk di depan Kayu Pulo dan Teluk Youtefa,” tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga