Hari Doa Sedunia, Gereja Advent Gelar Parade Anti Kekerasan Terhadap Anak

Share it:
Wali Kota berpose bersama anak-anak peserta
Parade Anti Kekerasan terhadap Anak
Jayapura, Dharapos.com 
Dalam rangka memperingati Hari Doa Sedunia, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Papua menggelar Parade Anti Kekerasan Terhadap Anak, di Kota Jayapura, Minggu (29/5).

Parade tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM yang di damping Staf Ahli Bidang Pemerintahan Leonard Lahallo dan Ketua Sinode Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh Daerah Misi Papua Pdt. Jhon Lesli Umbora, M.Min.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyuarakan untuk bagaimana memberikan perhatian, perlindungan dan kenyamanan bagi anak-anak.

Wali kota sebelum melepas peserta parade, mengatakan Kota Jayapura saat ini sedang menuju kepada kota layak anak dimana berbagai tahapan prosedur menuju hal itu telah dipenuhi.

Bahkan mendukung itu, Pemerintah Kota telah membuat taman -taman kota, yang digunakan oleh keluarga dan anak-anak untuk bermain main di taman.

Dan saat ini pula, Pemkot telah mewajibkan setiap anak  di kota Jayapura untuk memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/SMK khususnya yang belum berumur 16 tahun.

Mereka diharuskan memiliki KIA yang sama dengan e-KTP dan sudah diberlakukan.

“Karena anak-anak mulai diprioritaskan, sehingga saat bepergian naik pesawat atau kapal laut, mereka juga  memiliki KIA sebagai identitas diri yang lengkap. Dengan demikian dapat diketahui mereka dari mana, garis keturunannya dan juga ada program khusus,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkot juga telah memberikan perhatian khusus bagi anak-anak, melalui lembaga khusus yang menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Wali Kota saat melepas peserta Parade Anti
Kekerasan Terhadap Anak
Lanjutnya, Kota Jayapura juga merupakan kota beriman, yang dihuni orang -orang beriman dan orang yang takut akan Tuhan Sehingga untuk itu pria yang akrab disapa BTM ini meminta sejak dini, iman anak-anak harus ditanamkan tentang hukum kasih dan ke 10 Perintah Tuhan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Sinode juga mengatakan Kota Jayapura Provinsi Papua berada di wilayah Gereja Uniconfres Indonesia kawasan timur tepatnya pada Divisi Asia Pasific Selatan, dimana ada 16 negara termasuk Indonesia juga melaksanakan parade yang sama yang dilakukan untuk menolak kekerasan terhadap anak-anak.

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Kabupaten Serui, Kepulauan Yapen, Waropen,dan Kabupaten Sarmi yang juga di buka oleh Bupati masing-masing.

Sementara itu, Korwil Kota Jayapura Departemen Sekolah Sabat Anak-anak Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh sekaligus Ketua Panitia Parade Anak Anti Kekerasan, Sari Silalahi mengatakan tujuan digelarnya acara parade ini adalah untuk mengundang dan menghimbau para orang tua untuk mendidik secara lebih baik lagi terhadap anak-anak baik itu di dalam rumah tangga maupun di sekitar lingkungan sekolah,

“Hal ini juga untuk mendukung program Bapak Walikota Jayapura bahwa kota Jayapura  adalah kota yang layak anak,” sambungnya.

Parade melibatkan, 7 jemaat di wilayah kota yaitu Jemaat Pusat Kota Argapura, Tanjung Ria, Pasifik, Angkasa, Polimak, Hamadi dan 25 anak Panti Pelita Kasih.

(HAR)

Wali Kota berpose bersama peserta Parade Anti Kekerasan Terhadap Anak










Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga