Jurnalis Papua Didorong Perbanyak Peliputan Investigasi Korupsi

Share it:
Jayapura, Dharapos.com 
Dewan Pers berkeinginan memberikan penyegaran bagi para jurnalis Papua sekaligus mendorong agar liputan-liputan korupsi semakin diperbanyak.

Hal tersebut merujuk pada tingginya kasus korupsi yang terjadi di provinsi paling timur Indonesia ini.

"Dewan pers ingin juga membantu pemerintah menekan angka korupsi, karena khusus di Papua kondisinya agak spesifik, jika dibandingkan dengan provinsi lainnya," ungkap Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo,  disela-sela Workshop Jurnalistik Investigasi Khusus Peliputan Korupsi yang digelar di Hotel Horison, Selasa (24/5).

Ia juga membeberkan bahwa indeks kebahagiaan orang Papua paling rendah dibandingkan 30 provinsi lainnya, dan salah satu faktor penyebabnya karena proses penikmatan masyarakat dalam pembangunan terbilang paling minimalis.

"Ini secara langsung telah menunjukkan dana besar sekali untuk pembangunan di Papua tapi rupanya yang menetes ke masyarakat itu kecil sekali," katanya.

Oleh karena itu,  Yoseph menegaskan,  pelatihan jurnalisme investigasi korupsi ini sangat penting  bagi para pewarta di Papua.  Apalagi, saat ini  DPR RI tengah membahas soal Rancangan Undang-Undang Contempt of Court .

"Kalau UU ini disahkan maka akses teman-teman media untuk meliput persidangan akan semakin kecil dan tertutup," ungkapnya.

Ditambahkan Yoseph,  pihaknya tengah mempersiapkan daftar isian masalah dengan memberikan catatan-catatan penting atas RUU tersebut agar wartawan dapat diberikan ruang yang cukup luas dalam memerangi korupsi.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga