Kualitas SDM Pendidikan Harus Dipersiapkan dengan Baik

Share it:
Drs. Hanock Wambukomo
Jayapura, Dharapos.com 
Sumber daya manusia di sektor pendidikan baik kepala sekolah, tenaga pengajar hingga anak didik harus dipersiapkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Demikian ungkap Asisten I Pemerintahan Umum Setda Kota Drs. Hanock Wambukomo, MM saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri 4 Jayapura, Senin (23/5).

Terkait hal tersebut, tentu harus didukung sarana dan prasarana kerja yang memadai yang merupakan suatu pembanding bagi Pemerintah kota dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura.

Selain itu, ada kebijakan untuk peningkatan kualitas SDM yang mana sesuai dengan visi dan misi Pemkot yaitu peningkatan SDM bagi masyarakat di kota Jayapura.

“Karena itu, kewajiban para guru adalah untuk mempertahankan kualitas yang sudah dicapai sehingga ke depannya, kualitas ini tetap dipertahankan di tanah Papua,” cetusnya.

Wambukomo mengharapkan, hasil kelulusan 100 persen harus terus dipertahankan, di samping para guru mempunyai kewajiban untuk membina manajemen yang ada, serta sistem dan kualitas yang berkelanjutan.

“Kepala sekolah juga harus bisa mengatur sistem pendidikan di sekolah serta membangun kerjasama yang baik antara guru, siswa bahkan komite dan orang tua,” harapnya.

Sesuai visi Pemkot, lanjut Wambukomo, kota Jayapura harus bersih yang bukan bersih diri saja.

“Tetapi semua anak sekolah kita pupuk mulai dari mental, iman yang baik, bersih dan SDM yang bersih fisik maupun jasmani dan iman yang kuat. Begitu pula lingkungan dimana tempat mereka bekerja harus bersih, indah dan rapi sehingga bisa memberikan sumbangsih agar proses belajar mengajar didukung oleh alam sekitarnya,” lanjutnya.

Diharapkan, bagi keluarga sekolah untuk menjaga lingkungan dengan baik dan bersih dan dipelihara dengan baik.

Yang tidak kalah penting, SMAN 4 Kota Jayapura harus tetap mempertahankan bahasa daerah Port Numbay yang penerapannya sesuai dengan Kurikulum yang telah dijalankan Pemkot, sebagai salah satu upaya melestarikan budaya Port Numbay.

Bernard Fingkrew
Diharapkan juga keterlibatan komite sekolah yang menaungi wadah orang tua murid untuk membantu pihak sekolah dalam rangka memajukan pendidikan khususnya sekolah tersebut dan juga disiplin anak-anak sekolah baik jam masuk - pulang sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota, Bernard Fingkrew saat menjadi Pembina upacara di SMP Negeri 5 Jayapura juga menekankan program pelestarian budaya Port Numbay.

Yakni program yang diluncurkan oleh Pemkot dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura berupa kurikulum baru yaitu mata pelajaran yang terintegrasi (Bahasa Indonesia dan Mulok) yang sangat perlu untuk di lestarikan.

“Hal ini tentunya mengandung unsur untuk menanamkan budaya daerah dan memperkenalkan kearifan lokal
Port Numbay seperti budaya tari-tarian, maupun bahasa. Hal ini juga harus dimulai sejak saat ini dan akan menjadi salah satu pengetahuan bagi siswa sebagai jati diri mereka agar tidak meninggalkan budaya daerah khususnya budaya Port Numbay sehingga pengembangan budaya dari hari ke hari harus terus dipertahankan,” jelas Fingkreuw.

Ia juga mengapresiasi dimasukkannya budaya Port Numbay dalam kurikulum pengembangan diri di sekolah-sekolah yang ada.

“Setiap anak yang lahir dan sekolah di Port Numbay, dia juga merupakan anak negeri dan harus mengerti bahasa Port Numbay,” tandas .

Sehingga nantinya, mereka pun berkesempatan menjadi duta wisata, dan duta budaya dimana saat berinteraksi dengan masyarakat luar maka dia bisa menceritakan budaya-budaya yang ada di Port Numbay.

(HAR)


Siswa SMAN 4 Kota Jayapura
Siswa SMP Negeri 5 Kota Jayapura












Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga