Musyawarah RKJ Tahun 2016 Resmi Digelar

Share it:
Asisten I Setda Provinsi Papua mengacungkan
busur dan anak panah menandai dibukanya
Musyawarah Tinggi RKJ Tahun 2016
Jayapura, Dharapos.com
Asisten I Setda Provinsi Papua, Drs. Doren Wakerkwa, SH secara resmi membuka MusyawarahTinggi Rukun Keluarga Jayawijaya (RKJ) sekaligus pemilihan Ketua Umum Kerukunan 10 Kabupaten Pegunungan Tengah di wilayah Jayapura tahun 2016.

Musyawarah RKJ mengusung tema “Bangkit Untuk Meraih Kesuksesan", dengan sub tema "Melalui Musyawarah Tinggi Ini Kami Tingkatkan Semangat Kebersamaan Dalam Menata Hidup Menuju Masyarakat yang Modern, Mandiri dan Sejahtera”.

Acara yang dilaksanakan di GOR Waringin, Kotaraja, Kamis (26/5) turut dihadiri Dandim, dan perwakilan MRP.

Gubernur dalam sambutan tertulis yang di bacakan oleh Asisten I mengungkapkan Provinsi Papua memiliki beragam adat dan istiadat serta budaya hampir di setiap suku yang ada di Papua.

“Ke semua perbedaan budaya yang ada pada kelompok-kelompok suku ini menjadikan tanah Papua kaya akan potensi budaya. Selain itu, Papua juga memiliki lebih dari 250 suku, dengan keunikan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Keterlibatan adat dan agama sangat di harapkan dalam pembangunan Papua ke depan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Karena itu saya selaku Gubernur menyambut baik dilaksanakannya Musyawarah Tingkat Tinggi Rukun Keluarga Jayawijaya ini,” ucapnya.

Melalui musyawarah ini juga agar dapat di lakukan rekonstruksi ulang sehingga dapat menyatukan potensi besar masyarakat Jayawijaya dalam rangka memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan di tanah Papua.

Pada saat yang sama, Ketua Panitia Apner Wanipo dalam laporannya mengungkapkan RKJ sejak berdiri selama 42 tahun, baru kali pertama di tahun 2016 melakukan musyawarah tinggi mulai 26-28 Mei.

“Tujuan dari RKJ ini adalah untuk menjawab berbagai kesulitan di lapangan terhadap berbagai permasalahan yang terjadi,” tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga