NKRI Adalah Harga Mati

Share it:
Kasdam XVII/Cenderawasih, bertindak sebagai Irup
pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang
diikuti oleh prajurit dan PNS TNI-AD
se - Garnizun Jayapura
Jayapura, Dharapos.com
Kodam XVII/Cenderawasih menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang diikuti oleh prajurit dan PNS TNI-AD se - Garnizun Jayapura, Jumat (20/5).

Inspektur upacara pada peringatan yang mengambil tempat di Lapangan Makodam, Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Herman Asaribab.

Kasdam dalam membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengatakan sejak diproklamirkannya kemerdekaan, bangsa Indonesia telah berjanji dan berketetapan hati bahwa
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini adalah harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi dan keadaan apapun.

“Komitmen terhadap NKRI ini penting ditegaskan kembali pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108 ini mengingat setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut,” ungkapnya.

Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme, misalnya, mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya.

Tantangan-tantangan baru yang muncul di depan tersebut memiliki dua dimensi terpenting, yaitu kecepatan dan cakupan.

“Tentu semua tidak ingin kedodoran dalam menjaga NKRI akibat terlambat mengantisipasi kecepatan dan
meluasnya anasir-anasir ancaman karena tak tahu bagaimana mengambil bersikap dalam konteks dunia yang sedang berubah ini,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, memandang penting tema ”Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter” yang  diangkat  untuk peringatan  Hari Kebangkitan Nasional tahun 2016 ini.

Dengan tema ini ingin menunjukkan bahwa tantangan apapun yang dihadapi saat ini harus dijawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter.

“Kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekedar pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif,” cetus Menteri.

Kini saatnya bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana  yang telah dipraktikkan selama  ini.

“Semoga peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga memperbarui semangat Trisakti: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Jika kita konsisten, saya yakin jalan kemandirian ini Insya Allah akan membawa bangsa ini mengalami kebangkitan yang selanjutnya, menjadi bangsa yang lebih jaya dan kompetitif dalam kancah internasional,” tukasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga