Pangdam Lepas Sambut Satgas Pamtas RI-PNG di Korem 174/ATW

Share it:
Pemasangan tanda kehormatan Negara oleh
Pangdam XVII Cendrawasih kepada perwakilan
Satgas yang telah purna tugas
Merauke, Dharapos.com
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian selaku Panglima Komando Operasi Papua memimpin upacara penerimaan Yonif Para Raider 330/Tri Darma, Yonif 407/Padma Kusuma dan Yonif Mekanis 413/Bremoro.

Sekaligus juga pelepasan Yonif 142/Kesatria Jaya, Yonif 301/Prabu Kian Santang, dan Yonif Raider 600/Modang Satgas Pamtas RI-PNG di Markas Komando pelaksana operasi Resort Militer 174/ATW.

Upacara penerimaan dan pelepasan Satgas Pamtas RI-PNG juga dilaksanakan pemasangan tanda kehormatan Negara Kepada perwakilan Satgas yang telah purna tugas dan dilanjutkan pemasangan tanda kehormatan negara secara serentak oleh seluruh tamu undangan kepada seluruh prajurit yang telah purna tugas yang dipimpin langsung oleh Pangdam Mayjen TNI Hinsa Siburian.

Kepada Satgas Pamtas RI-PNG, Pangdam menyampaikan bahwa wilayah perbatasan memiliki potensi kerawanan yang harus diantisipasi, diantaranya Pelintas Batas Ilegal, penebangan kayu ilegal, pergeseran patok batas, penyelundupan miras dan narkoba serta kelompok kriminal bersenjata maupun penyakit malaria.

“Seluruh anggota Satgas dalam melaksanakan tugas prajurit juga harus membantu kesulitan masyarakat yang ada di wilayah perbatasan, melalui koordinasi dengan aparat korwil setempat” pesannya.

Tetap waspada dengan melaksanakan patroli keamanan, patroli patok batas serta ciptakan stabilitas keamanan di sepanjang wilayah perbatasan RI-PNG, guna mencegah pelintas batas ilegal, penebangan kayu ilegal  serta mencegah keluar masuknya miras dan narkoba.

Tak lupa, kembangkan budaya (3S)  yaitu senyum, sapa dan salam terhadap masyarakat perbatasan, ingatlah bahwa kehadiran prajurit TNI harus memberi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara dengan terciptanya kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Sebagai landasan dalam melaksanakan tugas pedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit Dan Delapan Wajib TNI serta hormatilah dan junjung tinggi budaya masyarakat Papua.

“Taatilah hukum dan HAM agar terhindar dari segala bentuk pelanggaran yang tidak kita inginkan bersama,” tegas Jenderal bintang dua itu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penugasan yang telah dilaksanakan merupakan bagian dari tugas negara yg tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan tersebut dimana beban tugas, tingkat kesulitan dan beratnya kondisi wilayah yang di alamai selama menjalankan tugas di Papua.

“Diharapkan tidak satu prajurit pun yang menepuk dada dengan keberhasilan tugas, karena prajurit TNI memang di siapkan untuk menghadapi setiap situasi dan kondisi apapun dalam mempertahankan keutuhan wilayah NKRI,” tukasnya.

Pangdam juga menekankan agar seluruh prajurit Satgas yang akan kembali ke satuannya masing - masing tidak membawa Flora dan Fauna yang di lindungi.

Hal ini sesuai komitmen Kodam XVII/Cenderawasih yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga