Pembinaan Anak Usia Dini Harus Melalui Rangsangan

Share it:
Wali Kota melakukan penabuhan tifa menandai
pembukaan kegiatan Gernas  Manjur

Jayapura, Dharapos.com 
Upaya pendidikan dan pembinaan yang ditujukan kepada anak usia 6 tahun harus dilakukan dengan memberikan rangsangan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat membuka secara resmi kegiatan Gerakan Nasional Pembelajaran Aku Anak Jujur (Gernas Manjur) dalam rangka Hari Ulang Tahun Himpaudi ke XI, bertempat di gedung serbaguna Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (20/5).

Kegiatan tersebut diaplikasikan melalui dongeng, musik dan main di PAUD selain pembelajaran bermakna dan menyenangkan dalam keluarga.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM, Bunda PAUD Kota Jayapura, Ny. Christin Mano/L, Kepala Dinas Pendidikan Kota I Wayan Mudiyasa, dan para guru PAUD.

Wali Kota dalam sambutannya mengatakan upaya pendidikan dan pembinaan yang ditujukan kepada anak usia 6 tahun harus dilakukan dengan memberikan rangsangan pendidikan.

Hal ini dalam rangka untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan yang sungguh-sungguh untuk memasuki fase pendidikan yang lebih lanjut sebagaimana termuat juga dalam UU Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.

“Dengan demikian diharapkan dapat memfasilitasi lembaga pendidikan swasta maupun negeri dan masyarakat terutama bagi mereka yang tidak mendapat pelayanan pendidikan dini bagi putra putrinya,” harapnya.

Wali Kota juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada para Kepala PAUD dan TK beserta guru dan tenaga pendidik yang telah turut memberikan sumbangsih pikiran dan tenaga dalam membina anak-anak PAUD.

Dikatakannya, usia lahir sampai fase pertama memasuki dunia pendidikan merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis dalam kehidupan anak yang akan menentukan.

Bahasa ini, kata Wali Kota, merupakan masa yang tepat untuk meletakkan dasar-dasar kemampuan fisik dan juga bahasa, masalah sosial dan emosional, konsen tentang diri sendiri dan juga nilai nilai estetika serta moral maupun nilai-nilai agama pada fase ini dapat berlangsung secara optimal.

Untuk anak-anak beragama Muslim, dia mengingatkan untuk diajarkan cara melakukan sholat kepada mereka dengan baik. Juga kepada anak-anak Kristen agar diajarkan doa Bapa Kami dan pengenalan akan 10 Hukum Allah.

“Apabila hal ini ditanamkan lebih mendasar kepada mereka, maka mereka akan menjadi anak yang pintar dan soleh, yang punya etika dan moral yang baik dan mempunyai budi pekerti yang luhur,” cetusnya.

Pemerintah sangat serius memperhatikan hal ini sebagaimana UU nomor 23 Tahun 2008 tentang perlindungan anak menyatakan bahwa anak dengan segala potensinya berhak untuk dilindungi dan ditumbuh kembangkan sebagai fase perkembangan secara optimal demi kemanusiaan.

Untuk setiap anak berhak untuk hidup, untuk tumbuh berkembang secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

Bunda PAUD Kota dan Ketua Himpaudi saat
pembukaan kegiatan Gernas Manjur 
Lalu ditindaklanjuti oleh Menteri Dalam Negeri yang telah menetapkan bahwa setiap anak dari usia PAUD hingga TK sudah harus mempunyai Kartu Identitas Anak (KIA).

Yang kemudian, Wali Kota menindaklanjutinya kepada para orang tua untuk wajib memberikan data Kartu Identitas Anak di semua tingkatan sekolah baik TK, PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK.

“Dengan demikian jelas bisa dilihat siapa orang tua mereka dan dari garis keturunan mana? Sehingga anak-anak mendapat hak perlindungan saat naik kapal laut, pesawat atau saat berada di tempat fasilitas umum lainnya dan hal ini telah berjalan di kota Jayapura,” paparnya.

Setiap anak memiliki hak untuk hidup, bertumbuh, berkembang secara wajar di kota Jayapura dan juga berhak mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi.

“Salah satu implementasi dari hak anak adalah mereka berhak memperoleh pendidikan dalam rangka pengembangan pribadinya dan juga meningkatkan kecerdasan anak,” lanjut Wali Kota.

Pendidikan PAUD adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak usia dini yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan juga pertumbuhan, hingga perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan dasar.

Sosialisasi Aku Anak Jujur ini, harap Wali Kota, harus dimaknai dan ditujukan untuk mengembangkan berbagai potensi anak usia dini.

“Sehingga kita mengharapkan melalui pendidikan PAUD ini anak akan semakin dimampukan untuk menemukan konsep dirinya. Anak dapat dibuat bertanggung jawab dan bermoral, beretika dan berkarakter,” harapnya.

Ditambahkan pula, kurikulum yang di ajarkan harus lebih banyak berorientasi kepada bermain sambil belajar dan bukan sebaliknya. Karena Gerakan Nasional Aku Anak Jujur, tidak bisa diajarkan oleh pendidikan yang terprogram.

“Kita terus membangun kota ini ke depan demi kesejahteraan dan kemandirian masyarakat dan hal ini sesuai dengan visi Pemerintah Kota Jayapura,” tandasnya.

Ketua Himpaudi Kota Jayapura, Ny. Johana Silahoy/S dalam laporanya mengatakan Gernas Manjur ini sekaligus tatap muka dengan Bunda PAUD kota Jayapura yang merupakan kerinduan dari para pendidik PAUD untuk berdialog langsung dalam menyampaikan isi hati dan pengalaman di lapangan yang dialami dengan anak didik.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompentesi pendidik dalam menerapkan kegiatan pembelajaran untuk membangun dan memperkuat karakter jujur anak usia dini dengan menggunakan 10 prinsip dasar pembelajaran melalui domain musik, bernyanyi dan permainan,” urainya.

Pelaksanaan kegiatan ini juga didasari UUD 1945, UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 137 tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan anak usia dini, serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 146 tahun 2014 tentang anak usia dini.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga