Peran Mafia Terindikasi Dibalik Setoran Pajak PT. FI

Share it:
Tim Pansus Freeport DPRP bersama sejumlah
SKPD saat menggelar pertemuan
di Bali, Sebtu  (21/5) 
Jayapura, Dharapos.com
Panitia Khusus (Pansus) Freeport Indonesia menduga ada indikasi mafia pajak PT. Freeport Indonesia (FI).
Hal tersebut terungkap, berdasarkan data yang diperoleh Pansus Freeport dari tahun 2007 hingga 2015.

"Indikasi mafia pajak, ya kami lihat bisa saja ke arah sana, makanya kami minta kepada Bappeda dan
Dispenda Provinsi Papua untuk tidak serta merta menerima setoran pajak yang di kasih PT Freeport kalau tidak memenuhi syarat dan ketentuan Undang-undang," tegas Ketua Pansus Freeport Yan Permenas
Mandenas kepada wartawan usai menggelar pertemuan bersama sejumlah SKPD Pemprov Papua, di Denpasar - Bali, Sabtu (21/5).

Menurutnya, data yang diperoleh sejak tahun 2007 – 2015 dari Freeport, terdapat total penerimaan daerah dari Pajak Kendaraan Bermotor, mulai dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Tailing Managemen Sistem mencapai Rp 653 Miliar.

“Itu hanya berdasarkan kewajiban Freeport ke Pemerintah Provinsi Papua untuk Pendapatan Asli Daerah. Nah, ini masih dikategorikan sangat rendah dari kewajiban yang seharusnya di setor,” bebernya.

Ia menilai, pajak kendaraan PT FI tak terlalu meningkat dimana, tahun 2007 pajak kendaraannya mencapai Rp 4 milyar, sedangkan 2008 mencapai Rp 5 Milyar, berikutnya 2009 Rp 6 miliar, dan 2010 Rp 7 miliar.

Sedangkan untuk  Penerimaan land rent dan royalti Freeport terhadap Provinsi Papua dan kabupaten se - Provinsi Papua senilai Rp 8,9 Triliun.

“Dari nilai sekian itu, Pemerintah Provinsi Papua hanya menerima Rp 2 Triliun, sedangkan untuk kabupaten/kota Rp 6,8 Triliun lebih,” jelasnya.

Kendati demikian, Mendenas memastikannya, Pansus Freeport akan terus menggali data untuk merujuk pada posisi yang benar dan siapa yang benar terhadap proses penyetoran Freeport Indonesia.

(Piet/Rafa)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga