Razia Minol oleh Wali Kota Langsung Diapresiasi

Share it:
Christian da Costa
Jayapura, Dharapos.com 
Direktur CV Sumber Mas Jaya, Christian da Costa mengapresiasi pelaksanaan razia minuman beralkohol (minol) oleh Pemerintah Kota yang dipimpin Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM.

Menurutnya, sidak yang dilakukan oleh Wali Kota bersama SKPD terkait berjalan sangat baik dan tertib.

"Wali Kota betul-betul menjadi orang tua kepada kami, datang menyapa dengan sopan santun. Sebagai anak Papua saya berharap pimpinan harus bijaksana seperti Bapak Walikota,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, da Costa kembali menyoroti soal razia yang dilakukan tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua beberapa waktu lalu.

“Saya tidak membeda-bedakan namun apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua beberapa waktu lalu benar-benar mengecewakan saya. Karena, apabila bertamu ke rumah orang, kita harus mengetuk pintu dan meminta permisi tapi ini tidak ada dan tanpa surat pula,” kesalnya.

Bahkan saat tiba di gudang miliknya, langsung memerintahkan untuk membuka gudang padahal pukul 12.00 WIT, penjaga gudang masih shalat sehingga dirinya terpaksa membongkar pintu dengan menggunakan martil.

“Begitu pintu terbuka, mereka saat masuk tidak melakukan sidak miras namun air vit yang pertama  di buka sambil di minum airnya,” beber da Costa.

Dia menilai bahwa apa yang  dilakukan tim Pemprov saat masuk gudang dan langsung mengobrak-abrik dus-dus vit dan mengambil untuk meminumnya sudah melenceng jauh dari aturan.

“Mereka seharusnya menjaga wibawa Pemerintah Provinsi, makanya besok-besok apabila melakukan penyidikan maka lakukan seperti Pemerintah kota yang dipimpin Wali Kota yaitu melakukan silaturahmi secara baik dengan bahasa-bahasa yang enak didengar sehingga membuat kami senang,” imbuh da Costa.

Ia juga mengeluhkan soal berita acara pengambilan barang yang hingga saat ini tidak dikembalikan ke pemilik.

“Saya juga punya hak untuk menuntut namun selaku anak Papua, saya juga mengerti kebijakan yang diambil Bapak Gubernur,” sambung da Costa.

Olehnya itu, pada momen ini, da Costa meminta kepada Gubernur Papua agar tim yang melakukan razia miras di tempatnya untuk segera mengembalikan berita acaranya sehingga bisa diketahui pengambilan barang tersebut berapa jumlahnya.

“Saya telah menandatangani namun berita acaranya sampai sekarang tidak ada di tangan saya makanya saya berpikir bahwa aturan tidak dijalankan dengan baik karena ini merupakan negara hukum. Apalagi barang tersebut bukan diambil dari pabrik namun semuanya dibeli dengan uang ,” sesalnya.

da Costa mencontohkan polisi saat menangkap orang juga harus menunjukkan Surat Perintah penangkapan namun yang dilakukan tim Pemprov tersebut sudah melenceng dari aturan.

“Karena selaku pimpinan perusahaan saya yang nantinya akan bertanggung jawab terhadap pabrik, harus menutup atau mengganti kerugian kepada pabrik pemilik minuman, bukan mereka,” tegasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga