Sebanyak 17 Sekolah Lakukan Pelestarian Budaya Mata Ajaran Terintegrasi

Share it:
I Wayan Mudiyasa, S.Pd, MM.Pd
Jayapura, Dharapos.com
Kepala Dinas Pendidikan kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa, S.Pd, MM.Pd mengakui sesuai implementasi di lapangan sebanyak 17 sekolah telah melakukan pelestarian budaya mata ajaran yang terintegrasi.

“Hingga hari ini dilakukan implementasi di lapangan melalui 17 pejabat Kota Jayapura, kepala distrik, kepala kampung hingga ketua LMA menjadi pembina upacara di 17 sekolah piloting,”  akuinya kepada Dhara Pos, Senin (23/5).

Hal ini, lanjut Kadis,  untuk menggerakkan dan membangun komitmen bersama dari elemen masyarakat hingga ke generasi muda terhadap apa yang dilakukan saat ini dalam rangka menyentuh seluruh lapisan baik warga sekolah maupun masyarakat.

Selain itu, untuk menyosialisasikan, memberikan muatan atau kultur budaya yang ada di Port Numbay sehingga Ondoafi Waena memberikan suatu gerakan yang nantinya akan diikuti oleh para siswa SD YPK Yoka Baru.

Sehingga  gerakan hari ini akan disebarluaskan agar seluruh lapisan masyarakat memahami gerakan baru untuk pelestarian budaya Port Numbay yang kini mulai terancam punah.

“Untuk itu, mari kita sama-sama merevitalisasi atau melestarikan kembali nilai-nilai budaya yang ada di Port Numbay agar semuanya terlestarikan dengan baik,” tukasnya.

Seniman senior yang juga pendiri Mebri Sanggar, Alexander Mebri mengatakan untuk masalah pelestarian budaya Port Numbay khususnya bahasa yang akan dilestarikan melalui mata pelajaran yang terintegrasi (bahasa Indonesia dan mulok) sangat perlu untuk dilakukan.

Karena itu, dirinya meminta kepada lembaga terkait seperti Dinas Pendidikan untuk membuka ruang bagi anak-anak Port Numbay yang bertalenta dalam seni budaya untuk bisa mendapatkan tempat.

”Artinya untuk mempertahankan budaya tersebut juga selain bahasa, dirinya lebih berorientasi pada seni lukis
yang dapat memperlihatkan identitas dari adat Port Numbay,” imbuh Alexander.
Alexander Mebri

Hal ini, ungkap  dia, sangat langka karena lebih banyak tari-tarian yang selalu diangkat pada setiap acara.

Ditambahkan juga, sekolah-sekolah yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk melestarikan budaya Port Numbay agar terus dipertahankan.

Budaya Port Numbay juga perlu dilestarikan dengan baik agar tidak tergilas oleh mordenisasi dan pembangunan yang terjadi di negeri ini.

Ditambahkan pula, upaya pelestarian budaya Port Numbay dalam hal ini bahasa-bahasa yang ada di 14 kampung sangat baik sehingga perlu dipertahankan terus.

“Karena di era modern ini perkembangan begitu cepat sehingga anak -anak di  14 Kampung dan Papua asli tidak kehilangan bahasa-bahasa kampung. Olehnya itu, bahasa dan budaya ini harus diterapkan di sekolah-sekolah agar tidak punah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pemuda Adat Port Numbay, Hanggua Rudi Mebri juga manambahkan konsep
yang dibangun oleh Pemkot melalui Dinas Pendidikan Kota Jayapura merupakan konsep yang luar biasa.

“Di mana sekian tahun ini, kami menanti bagaimana muatan ini bisa masuk dan diakomodir dalam muatan lokal atau mata pelajaran yang diajarkan untuk generasi kami di port numbay sehingga tidak termarjinalisasi oleh modernisasi dan lebih khusus dalam bidang pendidikan. Kami tidak mau mati suri dengan adat kami yang telah di ajarkan oleh orang tua kita di para-para adat yang dituangkan secara lisan kepada generasi kami. Tapi harus diwujudnyatakan dan dikonteskan untuk semua orang yang hadir di kota ini,” tambahnya.

Untuk itu, melalui konsep yang telah dibangun ini, maka dari pemuda adat bersama-sama dengan Dinas Pendidikan berupaya mewujudkan konsep ini ke sekolah-sekolah dalam rangka melestarikan adat Port Numbay dan dapat digariskan oleh hak ulayat adat di 14 kampung.

“Sehingga bahasa-bahasa tersebut dituangkan ke dalam lukisan batik berupa tari-tarian atau lagu-lagu yang dinyanyikan untuk didengarkan oleh semua orang dan siapa saja yang hidup dan bertumbuh di Port Numbay yang merupakan bagian dari kesatuan negara ini untuk bisa menyimak dan melakukan itu dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Hanggua Rudi Mebri
Dengan mengangkat seluruh bahasa dan budaya Port Numbay, sehingga generasi berikut dengan sendirinya akan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki.

“Hal ini dapat terwujud bagi masyarakat Port Numbay baik maupun siapa saja yang hidup di tanah ini,” cetusnya.

Mebri  juga menyarankan kepada Pemkot Jayapura bahwa siapa pun yang menjadi  Wali Kota setelah BTM memimpin dua periode maka materi atau Mulok ini tidak berhenti sampai di situ.

Tetapi harus terus diwujudkan karena ini merupakan bagian dari pada filosofi Port Numbay sehingga harus difokuskan agar bisa diterima oleh semua pihak.

“Kembali saya tegaskan bahwa siapa pun Wali Kota yang memimpin negeri ini, harus bisa mewujudkan materi tersebut,” tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga