Sekolah Jadi Media Efektif Perkenalkan Budaya Port Numbay

Share it:
George Awi (kiri)
Jayapura, Dharapos.com 
Sekolah menjadi salah satu media yang efektif untuk meneruskan dan memperkenalkan budaya Port Numbay agar tetap dipertahankan.

Demikian penegasan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay, George Awi saat menjadi Pembina upacara di SMK Negeri 5  Jayapura, Senin (23/5).

Penegasan tersebut terkait pelestarian budaya  melalui mata pelajaran yang terintegrasi (Bahasa Indonesia dan Mulok) yang mengangkat budaya Port Numbay.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM dan Kepala Dinas Pendidikan I Wayan Mudiyasa, S.Pd, MM.Pd.

“Dimana hal ini telah diprogramkan dan diperkenalkan dalam dunia pendidikan khususnya sekolah-sekolah yang ada di kota Jayapura,” ucapnya.

Diakui Awi, budaya Port Numbay perlahan-lahan mulai terkikis oleh modernisasi namun apabila mereka mengingat saat bersekolah, dewasa hingga bekerja sesuai profesi masing-masing, maka ia akan ingat kembali bahwa dirinya dulu pernah bersekolah di Port Numbay.

“Sehingga identitasnya harus di tunjukan sebagai orang Port Numbay dan selama dia ada di sini maka dia adalah orang Port Numbay,” tandasnya.

Awi juga pada kesempatan tersebut menyentil peribahasa “Dimana bumi di pijak, di situ langit di junjung” sehingga dirinya kembali menegaskan, para guru dan siswa yang ada di SMKN 5 adalah warga Port Numbay juga.

“Sebagai warga Port Numbay maka saudara-saudara juga mempunyai kewajiban untuk menjaga, melestarikan dan mengangkat budaya ini agar tidak tergusur oleh maraknya pembangunan, karena budaya adalah identitas kita,” tukasnya

Sementara itu, Ondoafi Waena Ramses Ohe meminta pihak sekolah mendukung program Pemkot terkait dengan kurikulum baru.

“Sehingga adat dan bahasa yang ada di Port Numbay dan bahasa Indonesia akan menjadi utuh" ungkapnya saat menjadi pembina upacara di SD YPK Yoka Baru, Senin (23/5).

Ramses Ohe
Pihak sekolah maupun orang tua di rumah juga bisa mendukung program Pemkot melalui Dinas Pendidikan yaitu pelestarian budaya  melalui mata pelajaran yang terintegrasi (bahasa Indonesia dan mulok) yang mengangkat budaya Port Numbay.

“Semua ini harus dimulai dari keluarga kita masing-masing,” tandasnya.

Penasehat Umum Adat di Papua ini juga mengaku terharu dengan program tersebut yang telah di turunkan ke semua jenjang pendidikan di kota Jayapura.

“Karena hal ini juga menjadi pertanyaan bagi orang tua-tua di Papua, untuk bagaimana kita selamatkan adat Papua lebih khusus di kota Jayapura. Karena diyakini bahwa bahasa yang Tuhan berikan bagi semua suku bangsa di tanah ini suatu saat akan punah apabila tidak di lestarikan,” lanjutnya.

Ohe juga mengaku bersyukur kepada Tuhan, karena pertanyaan semua orang tua di tanah Papua telah terjawab lewat hikmat yang diberikan Tuhan sehingga Pemkot Jayapura telah melestarikan adat ini.

Dengan satu harapan hal ini tidak akan bisa terjadi hanya oleh peran para guru di sekolah, akan tetapi orang tua juga harus memulai dengan bahasa daerah di rumah. Sehingga untuk itu, diperlukan dukungan orang tua
di seluruh tanah Papua, terutama di Port Numbay terhadap program ini.

“Orang tua juga saat anak pulang sekolah harus bisa mengevaluasi anak terkait apa bahasa yang di ajarkan di sekolah seperti pinang, bahasa daerahnya apa dan lain-lain,” harapnya.

Atas nama Pemerintah dan sekolah dan sebagai orang tua yang dipercayakan untuk menyampaikan itu pada upacara Senin, Ohe menganjurkan bagi para orang tua di tanah Papua dan khusus di Port Numbay untuk bersama-sama melayani anak dengan baik dalam menuturkan bahasa daerah.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga