Tenaga Kesehatan Harus Miliki Kompetensi Profesi

Share it:
DR. Benhur Tomi Mano, MM
Jayapura, Dharapos.com 
Tenaga kesehatan sangat mutlak memiliki kompetensi sesuai dengan profesinya yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi dan selanjutnya memiliki surat tanda registrasi ( STR)dan surat izin kerja (SIK).

Hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang keperawatan, serta Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas.

“Semua regulasi ini mengisyaratkan tenaga kerja kesehatan yang bekerja di Puskesmas minimal berpendidikan Diploma 3 sesuai dengan potensi masing-masing,” urai Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat orasi ilmiah pada acara Wisuda Kelas Khusus D3 Keperawatan Port Numbay kerja sama Pemerintah kota dan Poltekkes Kemenkes Jayapura, Rabu (25/5).

Lanjutnya,  mengacu pada regulasi tersebut maka Pemkot menindaklanjuti dengan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas melalui program kerja sama dengan Politeknik Kemenkes Jayapura yang di mulai sejak 2001 hingga 2016.

Dan telah menamatkan 4 angkatan dengan jumlah lulusan sebanyak 202 orang.

Dirincikan, dimasa kepemimpinan dirinya bersama Wakil Walikota periode 2011- 2016 telah meluluskan dua angkatan yaitu pada tahun 2012 dengan meluluskan 40 orang D3 Kebidanan dan tahun ini meluluskan 42 orang D3 Keperawatan.

Misi Kota Jayapura yang ke dua adalah melanjutkan penataan pemerintahan yang baik dengan dukungan kapasitas birokrasi yang profesional. Yang kemudian ditindak lanjuti dengan meningkatkan kompetensi petugas kesehatan yang masih berpendidikan SPK dan D1 Kebidanan yang notabene setingkat SMA.

“Jumlah tenaga kesehatan yang masih SPK sebanyak 35 orang dan 25 orang kebidanan,” rincinya

Tahun 2012 telah diwisudakan pendidikan D1 Kebidanan menjadi Diploma III (D3) kebidanan ANC sebanyak 20 orang dan tiga orang yang sementara melanjutkan pendidikan di luar Jayapura dengan beasiswa dari program Kemenkes.

40 wisudawan/wati sedang mengikuti orasi
ilmiah Wali Kota Jayapura 
Diharapkan, hingga akhir tahun seluruh tenaga bidan di kota Jayapura telah pendidikan D3 Kebidanan.

Lebih lanjut, dijelaskan Wali kota dalam orasi ilmiahnya, tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah kota Jayapura untuk beberapa provinsi sudah mencukupi bahkan melebihi dari syarat minimal yang ditentukan dalam UU Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas.

Sesuai data ketenagaan kesehatan di kota Jayapura per 1 Januari 2016 perawat sebanyak 174 bidan, 67 orang asisten apoteker, 19 orang analisis kesehatan, tenaga lab 50 orang dan SKM 43 orang.

“Dan saat ini juga masih dibutuhkan tenaga dokter yaitu 5 orang dokter gigi, ditambah 4 orang apoteker dan perawat sebanyak gigi 6 orang,” lanjutnya.

Hingga saat ini, tenaga kesehatan yang harus segera ditingkatkan kompetensinya adalah tenaga laboratorium yaitu pendidikan SMK setingkat SMA berjumlah 29 orang tersebar di 12 Puskesmas.

Seiring akan dilaksanakan pembangunan RS milik Pemkot di distrik Muara Tami maka, diharapkan kepada
Kepala Distrik dan Kepala Dinas Kesehatan Kota untuk mempersiapkan SDM kesehatan yang nantinya akan bekerja di RS dimaksud.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga