Wali Kota Pimpin Razia Minol di Gudang Distributor

Share it:
Wali Kota saat berada di salah satu gudang
distributor di kawasan Entrop
Jayapura, Dharapos.com 
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan di kota Jayapura maka program awal yang dilakukan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM adalah memimpin razia pada gudang distributor minuman beralkohol di kota Jayapura .

Pantauan media ini, Kamis (26/5), beberapa distributor telah dilakukan pengecekan oleh Wali Kota bersama SKPD terkait seperti Perindagkop, Dispenda, dan BPPTSP di kota Jayapura yang diberikan izin penjualan
Minol.

Yang menarik, ada distributor ilegal yang tidak diberikan izin tapi beredar minolnya di Kota Jayapura.
Wali Kota menuturkan digelarnya razia adalah untuk mengetahui  jenis minol yang dijual baik minol golongan A, B dan C .

“Kita melihat berapa stok yang ada di gudang dan juga telah mengambil sampel semua jenis minuman yang ada serta dimana pengecer mereka yang ada di kota Jayapura,” tuturnya kepada wartawan, Kamis (26/5).

Seperti  PT. Sumber Mas Jaya Entrop, dimana semua isi gudang telah diambil sampel.

“Nantinya akan dilakukan pengecekan juga apakah minol milik mereka ada dalam perjalanan yang menuju ke Papua atau tidak. Dengan itu, saya akan mengambil kebijakan sesuai Peraturan daerah kota Jayapura tentang minol tersebut,” tuturnya

Selain itu juga razia dilakukan.CV Surya Mandiri Pratama Rajawali Sakti Papua.

“Untuk Rajawali Sakti Papua bahwa sesuai Peraturan daerah kota, mereka harus membayar Rp 2 miliar untuk pajak karena yang dibayar baru sebesar 100 juta. Bahkan gudang penyimpanan juga tidak layak sehingga untuk mengatasi hal ini harus diambil langkah terhadap gudang tersebut serta miras ilegal di kota Jayapura,” bebernya.

Semua gudang distributor, diakui Wali Kota telah dilakukan pengambilan sampel sekaligus mengecek berapa banyak stok yang berada di gudang dan apakah sisa stok tersebut bisa dihabiskan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

“Kita bisa mengatasi minol yang masuk ke kota Jayapura ,” cetusnya.

Menurut laporan dari Dispenda Kota terjadi penurunan angka penggunaan miras di tahun 2015 di mana tidak ada lagi yang menjual minol baik itu di hotel, minimarket, panti pijat, toko dan supermarket.

Data yang telah dimiliki tersebut akan ditindaklanjuti dengan aturan untuk bagaimana minuman keras atau minol tidak masuk di Kota Jayapura.

Nanti juga pihaknya hanya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua karena kewenangan penuh berada di kabupaten/kota. Terkait apakah izin-izin akan dicabut atau tidak tetap berpatokan kepada
Peraturan yang lebih tinggi di atas. Dan ini juga dalam rangka mendukung program Gubernur Papua.

Apalagi pembersihan sisa-sisa miras oleh Pemprov Papua di kota Jayapura akan dilakukan hingga Desember mendatang.

“Saya sangat setuju namun hal itu harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Jayapura yang memberikan izin kepada mereka,” tegasnya.

Selain razia minol, Wali Kota bersama SKPD terkait juga akan melakukan pengecekan distributor Sembilan
Bahan Pokok (Sembako) di seluruh wilayah kota Jayapura.
Hal ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan agar stok sembako bisa tersedia dan tercukupi.

Beberapa kegiatan juga akan dilakukan dalam rangka memasuki bulan suci Ramadhan di kota Jayapura seperti pasar murah dan akan diawali dengan pencanangan tanggal 28 Mei sekaligus dimulainya Safari Ramadhan di kota Jayapura yang dipusatkan di Mesjid Raya Kloofkamp.

“Saya minta mari kita hormati saudara-saudara kita umat Muslim yang akan memasuki Bulan Suci Ramadhan,” imbuhnya.

Direncanakan pula, Jumat(27/5) akan dilakukan rapat Muspida lengkap, bersama ketua- ketua paguyuban dari masyarakat Kei, masyarakat Toraja dan KKSS untuk mengantisipasi masalah yang terjadi di Kabupaten Timika agar hal tersebut tidak merambat hingga ke kota Jayapura

Rapat tersebut akan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIT dirangkaikan dengan makan bersama dengan ketua-ketua paguyuban  di restoran B-One kota Jayapura.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga