BPS Bakal Jadikan Wamena Kota IHK Ketiga di Papua

Share it:
Gapura Selamat Datang di Kota Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya, Papua
Jayapura, Dharapos.com
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua berencana akan menjadikan Wamena ibukota Kabupaten Jaya Wijaya sebagai Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) ketiga di Papua setelah Jayapura dan Merauke.

“Jadi, kedepan kita (BPS Papua) akan pilih satu kota IHK perwakilan dari daerah pegunungan Papua yang diwakili oleh Kota Wamena, namun belum bisa terlaksana sekarang,” kata Kepala BPS Papua, Johanes De Brito Priyono saat menyampaikan rilis bulanan BPS di kantor BPS Papua, Rabu (1/6).

Dijelaskan, dari data BPS Papua pada April 2016, Kota Jayapura dan Merauke sama-sama mengalami Inflasi di mana Kota Jayapura inflasi 0,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 125,55. Sementara Inflasi Kota Merauke mencapai 0,74 persen dengan IHK sebesar 127,22.

“Kenaikan harga yang cukup signifikan mendorong terjadinya inflasi di Kota Jayapura pada Mei lalu. Antara lain pada komoditi ikan ekor kuning, angkutan udara cabai rawit, bawang merah, wortel, perhiasan dan lainnya,” jelasnya.

Kenaikan harga barang dan jasa yang mengakibatkan deflasi di Kota Jayapura ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok pengeluaran, seperti bahan makanan 2,04 persen; transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau masing-masing 0,0 persen.

Sementara inflasi di Merauke, sambungnya, juga dikarenakan kenaikan harga barang dan jasa yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok pengeluaran seperti kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 2,21 persen, kelompok sandang 1,49 persen, bahan makanan 1,05 persen, kesehatan 0,34 persen.

“Selanjutnya, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,20 persen. Lalu ada perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen serta pendidikan rekreasi dan olahraga 0,05 persen,” ujarnya.

Kota Jayapura sendiri, lanjut Priyono, menempati urutan ke-13 di tingkat nasional dan urutan kelima di tingkat Sulawesi, Maluku dan Papua, sementara Merauke menempati urutan ke-10 di tingkat nasional dan urutan keempat di Sulampua.

Laju inflasi bulanan Kota Jayapura sebesar 0,70 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan nasional sebesar 0,23 persen. Sedangkan laju inflasi bulanan Merauke sebesar 0,74 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi nasional.

Laju inflasi tahun kalender (Januari – Mei 2016) di Kota Jayapura sebesar 0,91 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi tahun kalender nasional sebesar 0,40 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender (Januari – Mei 2016) Merauke sebesar -2,20 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi tahun kaleder nasional.

Sementara itu, dari 82 kota IHK tercatat 67 kota mengalami inflasi termasuk Kota Jayapura dan Merauke serta 15 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,67 persen dan terendah di Singaraja dan Palangkaraya masing-masing 0,02 persen. Sedangkan Deflasi terbesar terjadi di Sorong sebesar 0,92 persen dan deflasi terkecil terjadi di Maumere -0,01 persen.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga