Dirlantas Polda Papua Himbau Masyarakat Tertib Berlalulintas

Share it:
Direktur Lalu Lintas Polda Papua, Kombes Pol. Stephen Napiun, SIK, SH
Jayapura, Dharapos.com
Direktorat Lalu Lintas Polda Papua menghimbau kepada masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas.

Demikian himbauan yang disampaikan Dirlantas Polda Papua Stephen Napiun, SIK, SH kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/6).

Dikatakan, operasi patuh yang digelar pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi peningkatan.

Di mana pada tahun 2015 terjadi 1.302 pelanggaran sedangkan di tahun ini meningkat menjadi 1.802 sehingga ada selisih angka 500 dengan prosentase peningkatan mencapai 38  persen.

“Hal ini tentunya menjadi prihatin kita semua dan jangan sampai kita larut dalam hal ini,” imbuhnya.

Diakui  pula, pihaknya kini memfokuskan pada tiga jenis pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan
kecelakaan yang fatal dan ketiga hal tersebut di dominasi oleh kendaraan roda dua.

“Masyarakat masih berpegang kuat pada kebiasaan yang sudah membudaya khususnya bagi para orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah. Orang tuanya memakai helm sedangkan anaknya tidak, dan ini yang pertama-tama menjadi fokus kami,” sambung Napiun

Perlu diketahui pula, penggunaan helm bukan hanya diperuntukkan bagi kalangan orang tua saja tetapi bagi anak-anak juga.

Kemudian, yang kedua bagi kendaraan roda dua sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan No 22 Rahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan bahwa setiap kendaraan roda dua yang melintasi jalan raya baik siang atau pun malam harus menyalakan lampu.

“Hal ini sudah di teliti dan tidak perlu di perdebatkan lagi bahwa hal ini menimbulkan efek pisologis baik diri sendiri maupun orang lain. Karena ketika melihat lampu kendaraan roda dua kita menyala mereka akan lebih waspada,”  tuturnya.

Lebih lanjut, jelas Napiun, kenapa pihaknya fokus kepada kendaraan roda dua..?? Karena angka kecelakaan baik secara nasional maupun internasional itu sangat tinggi dan aturan ini berlaku bukan hanya untuk nasional tapi juga internasional dan Indonesia adalah salah satu negara yang paling belakang melaksanakan aturan tersebut.

“Sedangkan, poin ketiga terkait dengan kecepatan kendaraan baik roda dua maupun  roda empat, angka kecelakaan bisa terjadi diakibatkan kecepatan yang berlebihan,” urai Napiun.

Ditambahkan, dalam waktu dekat jelang bulan Ramadhan ini, pihaknya akan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat penegakan hukum dan simpati dalam upaya mengurangi angka kecelakaan yang berakibat fatal.

“Untuk Papua memang angka kecelakaan belum terlalu tinggi tetapi dalam upaya  menanggulangi angka kecelakaan berlalu lintas di jalan, kita tidak harus menunggu angka kecelakaan harus tinggi,” cetus Napiun.

Justru dengan kesadaran masyarakat untuk selamat di jalan baik untuk diri sendiri atau orang lain itu merupakan hal yang luar biasa.

“Sehingga tertib berlalulintas ini menjadi sebuah budaya bagi masyarakat Papua baik di Kota Jayapura maupun Papua secara keseluruhan,” tukas Napiun.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga