Giliran Bar dan Karaoke di Kota Jayapura Jadi Sasaran Yustisi e-KTP

Share it:
Kepala Disdukcapil Kota Jayapura memantau pemeriksaan yang dilakukan petugas
Jayapura, Dharapos.com 
Pasca Yustisi e-KTP di pelabuhan Jayapura, Kamis (2/6), kali ini giliran sejumlah tempat hiburan seperti bar dan rumah karaoke jadi sasaran operasi yang sama yang kembali dilaksanakan Pemerintah Kota Jayapura, Sabtu (4/6) malam.

Yustisi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota tersebut dalam rangka menertibkan administrasi kependudukan di wilayah kota Jayapura khususnya bagi tempat-tempat hiburan malam seperti bar dan karaoke yang berlokasi di 4 distrik.

Operasi tersebut diback up Anggota POM Kodam XVII/Cenderawasih, POM AL, anggota Polresta Jayapura kota serta puluhan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jayapura.

Sebelum pelaksanaan operasi, terlebih dahulu dilakukan apel gabungan bertempat di kantor Distrik Jayapura Selatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano,  MM, Sabtu (4/6) malam.

Wali Kota DR, Benhur Tomi Mano, MM memberikan arahan sebelum razia
Walikota dalam arahannya merincikan lokasi operasi Yustisi masing-masing di Distrik Jayapura Selatan, Jayapura Utara, Abepura dan Distrik Heram dikhususkan pada tempat hiburan seperti bar, karaoke dan diskotek.

Ia mengharapkan operasi dapat dijalankan dengan baik dan tidak terjadi gesekan-gesekan serta tidak arogan.

“Lakukan dengan sopan santun untuk melayani dan memeriksa masyarakat kota Jayapura,” imbuhnya.

Selain itu, dalam rangka memasuki ibadah puasa Ramadhan yang sebentar lagi akan dijalankan umat Muslim di kota Jayapura sehingga diharapkan dapat berjalan aman dan seluruh umat bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik, lancar dan sukses.

“Kita harus menunjukkan bahwa Kota Jayapura adalah barometer di tanah Papua dan menjadi wajahnya Papua bagi Indonesia,” tukasnya.

Di tempat yang sama Kepala Disducapil kota Merlan Uloli kepada sejumlah wartawan membenarkan operasi yustisi yang kedua tersebut dilakukan pada tempat hiburan seperti bar, karaoke, diskotik maupun panti pijat.

Sejumlah pegawai bar sementara dilakukan pengecekan identitas
“Diharapkan Yustisi bisa berjalan lancar dan tidak ada kendala di lapangan,” harapnya.
Operasi Yustisi ini hanya dikhususkan pada pemeriksaan dokumen kependudukan e-KTP.

Bagi yang tidak memiliki e-KTP akan dilakukan sidang yustisi di hari Senin namun bagi warga yang mempunyai KTP luar diminta segera melapor ke kantor distrik setempat.

Merlan juga menambahkan, operasi yustisi ini selain kepada pramuria atau karyawan-karyawan di bar dan diskotik serta panti-pijat masyarakat kota Jayapura yang sementara menikmati hiburan malam juga tetap terkena razia.

Kekuatan personil yang diturunkan sebanyak 100 orang tergabung dalam satu tim.

Pantauan media ini, ternyata masih banyak warga masyarakat yang belum memiliki e-KTP.

Operasi secara keseluruhan juga berjalan lancar dari awal hingga akhir dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jumlah karyawan dan tamu yang di yustisi pada 5 panti dan 4 Bar di wilayah Distrik Heram sebanyak 72 orang dengan rincian 32 orang yang terjaring, terdiri dari 16 orang tidak memiliki  Dokumen sementara 16 orang memiliki KTP luar.

Kemudian, Distrik Jayapura Selatan dimana tak memiliki KTP sebanyak 68 orang sedangkan KTP luar 118 orang. Sementara di Distrik Abepura, yang tak memiliki KTP sebanyak 24 orang  dan yang memiliki KTP luar 26 orang. 

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga