HLH Sedunia, Warga Diminta Lindungi Spesies Endemik

Share it:
Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM
Jayapura, Dharapos.com 
Seluruh penduduk dunia, Papua dan khusus di kota Jayapura diminta untuk melindungi dan mencegah punahnya berbagai species endemik dari perburuan dan perdagangan ilegal.

Demikian penegasan Wali kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat menyampaikan pidatonya dalam rangka Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia di kota Jayapura, bertempat di kantor Walikota, Sabtu (4/6).

“Kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang diberikan Tuhan, merupakan titipan buat kita untuk diwariskan kepada generasi yang akan datang. Sehingga pengelolaan dan pemanfaatannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut jatuh tepat pada tanggal 5 Juni 2016 ini dengan mengusung tema "Memerangi Perdagangan Ilegal Satwa Liar".

Tema tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah slogan "Go Wild For Life"

Lebih lanjut, Wali Kota menuturkan, Kota Jayapura yang memiliki luasan 940 Km2 memiliki topografi cukup bervariasi, mulai dari dataran hingga landai dan berbukit serta gunung dengan ketinggian hingga 700 mdpl dan berbatasan langsung dengan kawasan konservasi cagar alam Cycloop, taman wisata Teluk Youtefa, dan hutan lindung Abepura.

Namun, kini potensi  flora dan fauna termasuk berbagai jenis satwa liar yang dilindungi mulai terancam punah seperti Burung Cendrawasih, Kakatua Jambul Kuning, Nuri Kepala Hitam, Mambruk, Kasuari, Kuskus, Kera Ekor Panjang, Kupu-kupu khas Papua dan Penyu maupun berbagai jenis lainnya.

“Satwa liar ini yang dimiliki Papua harus segera dilindungi dari ancaman kepunahan,” tegasnya.

Selain itu juga, nilai eksotik, kemerduan suara, keindahan bulu/kulit satwa asal Papua memicu banyak orang untuk memiliki dan memelihara jenis satwa tertentu. Sehingga segala macam cara dilakukan demi memiliki satwa-satwa liar tersebut.

Menyikapi kondisi ini, Pemkot Jayapura telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut dengan membangun kerja sama dan proaktif dengan berbagai pihak baik Pemerintah, kalangan dunia usaha, BUMN/BUMD, tokoh agama dan adat, LSM, perguruan tinggi hingga masyarakat luas.

Pria yang akrab disapa BTM ini juga mengakui telah mulai adanya perubahan yang signifikan terhadap kesadaran dan perilaku warga kota Jayapura dalam menjaga kebersihan dan penataan lingkungan.

Hal tersebut terbukti di mana memasuki tahun kelima dan di akhir jabatan sebagai orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua, sudah 4 tahun berturut-turut negeri berjuluk “Port Numbay” ini  meraih predikat sebagai “Kota Terbersih” di Indonesia Timur dengan mendapatkan sertifikat Adipura 2012 dan Piala Adipura, tahun 2013 2014 dan 2015.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga