Ketua Sinode GKI Papua: Kebenaran Sedang Diuji

Share it:
Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Albert Yoku, STh
Jayapura, Dharapos.com 
Kebenaran, keadilan, hukum dan hak asasi manusia, serta kebaikan-kebaikan dalam persekutuan sedang menghadapi ujian.


Dimana keadaan umum di tengah masyarakat terlihat sekarang juga menjadi cermin bagi umat GKI di tanah Papua.

“Untuk melihat keadaan itu, adalah bagaimana kita berdiri teguh atas sebuah sumpah dan janji sebagai pendeta, penatua, samas, badan pekerjaan sinode, badan pekerja klasis, dan majelis jemaat di hadapan Tuhan untuk melaksanakan amanat-Nya melayani umat dengan baik dan benar yang teruji di tengah-tengah kita. Sehingga kita harus mewaspadai roh duniawi yang sedang merajalela mempengaruhi kebenaran-kebenaran dalam gereja,” ungkap  Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Alberth Yoku,  STh, saat memberikan sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Ke-III Dan Prasidang Klasis GKI Jayapura yang berlangsung di gedung gereja GKI Jemaat Eden Base'G, Kamis (2/6).

Hal ini bukan merupakan sesuatu yang ringan karena kalau kebenaran sudah tidak bisa ditemukan dalam gereja maka persaudaraan juga tidak akan bisa ditemukan.

“Karena itu, gereja harus berkumpul untuk menyatakan satu kebenaran dan gereja harus bergumul untuk persaudaraan sebagai ciri yang tidak boleh hilang di tengah-tengah arus dunia yang semakin deras,” tegasnya.

Pdt. Yoku juga mengajak seluruh peserta Raker agar benar-benar harus dilakukan dengan takut akan Tuhan, dengan iman yang baik dan benar-benar harus mengevaluasi untuk persaudaraan dan kerukunan diantara sesama.

“Kita juga harus benar-benar menghayati tugas yang dikerjakan di kota ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, diurai Pdt. Yoku, mengapa penyakit sosial banyak di lingkungan sekitar, seperti anak jalanan dan WTS yang bertambah banyak.

“Fakta ini mendorong kita untuk bertanya dalam melihat kondisi riil dan harus ada sesuatu yang harus kita lakukan,” kembali tegasnya.

Para pendeta juga diminta perhatiannya untuk menunjukkan iman dan ketaatan karena iman para pendeta menentukan berkat melimpah bagi penentuan samas dan bagi warga jemaat yang dilayani di klasis GKI Jayapura.

Untuk itu Pdt Yoku berpesan, jangan kerja biasa-biasa di kota ini, jangan menganggap hal itu biasa tapi harus betul-betul mendalami situasi yang ada dan berdoa agar pendeta bekerja dengan benar.

Dalam menata tugas, pekerjaan seorang pendeta dengan penatua dan Samas adalah mengatur jemaat yang ada di kota ini. Pendeta harus tempatkan dua tiga orang demi menjaga persekutuan dan tidak membuat perpecahan dan perselisihan

Ketua Klasis Pdt Wellem F. L. Itaar, STh, MH juga dalam sambutannya mengakui setelah 2013 terakhir kali melaksanakan Raker di Getsemani Kota Raja, Badan Pekerja Klasis tidak lagi melakukan Raker selama dua tahun berturut-turut 2014 dan 2015.

Ketua Panitia Raker, Rasmus D. Siahaya, SH, MM
Dan setelah mengevaluasi hal tersebut ternyata terakhir juga seperti sidang klasis yang  membuat program tidak sinergi dengan keputusan sidang klasis

“Kita juga menghabiskan waktu hanya untuk berbicara dan kemudian menghabiskan uang yang tidak juga terarah dan berdampak pada apa yang kita sepakati. Sehingga setelah melakukan rapat evaluasi dan menggumuli kemudian kita menetapkan tanggal pelaksanaan Raker walaupun telah melewati batas kepengurusan Badan Pekerja Klasis. Seharusnya Raker dilaksanakan November 2015 namun diundur tahun 2016,” jelasnya.

Ini juga masih mengalami perubahan karena Badan Pekerja Klasis Jayapura menyesuaikan dengan keputusan Badan Pekerja Sinode berkaitan dengan rapat pekerja dan sidang Sinode.

Sehingga disepakati rapat evaluasi Badan Pekerja Klasis IV dilaksanakan Juni 2017 mendatang.

Untuk itu, kepada penatua Benhur Tomi Mano yang juga ketua panitia Sidang Klasis GKI Jayapura untuk segera mempersiapkan sidang klasis.

Pdt DR Anthon Rumbewas, STh saat khotbah juga mengatakan, Raker seharusnya dimaknai sebagai  persekutuan untuk membangun komitmen bagi pelaksanaan amanat dan panggilan gereja serta tanggung jawab sesuai dengan konteks kota Jayapura dan GKI di tanah Papua.

Raker bertujuan untuk menghimpun semua orang dan cara Allah untuk membangun jemaat, membangun diri sendiri dan menyatakan sosial dan persekutuan sehingga ada tanda-tanda kemajuan dengan memiliki tingkat kedewasaan, kemandirian dan suasana misioner

Ketua Panitia Rasmus D. Siahaya, SH, MM juga mengharapkan peserta raker bisa serius dengan sungguh-
sungguh untuk mengikuti agenda-agenda rapat pleno, rapat komisi sehingga materi Raker bisa dibahas dengan baik dan hasilnya bisa berdampak untuk peningkatan pelayanan bagi umat di tengah Gereja Kristen Injil di tanah Papua khusus di Klasis GKI Jayapura.

Siahaya juga mengatakan bahwa ada lima tujuan yang akan dibahas pada rakerda, yaitu untuk membahas evaluasi program tahun 2014/2015 dan anggaran belanja gereja tahun,2014/ 2015.

Selain itu juga untuk menyusun anggaran belanja gereja 2016-2017 dan pokok-pokok pikiran untuk nantinya dibahas sebagai materi di Sidang Klasis Jemaat Pniel Kotaraja.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga