Pempus Alihkan Dana Subsidi Untuk Bangun Papua

Share it:
Menkopulhukam RI, Luhut Panjaitan (tengah) saat acara tatap muka
Wamena, Dharapos.com
Pemerintah Pusat kembali menegaskan bahwa strategi pembangunan di Indonesia bukan hanya di Jawa saja, tetapi harus sama rata dari Sabang sampai Merauke.

“Anggaran subsidi sekarang sudah dikurangi agar dapat digunakan untuk membangun, peningkatan kesehatan serta memajukan pendidikan di Indonesia khususnya di Papua,” tegas Menteri Hukum Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Luhut B. Panjaitan dalam acara tatap muka bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Jayawijaya di Sasana Wio Kantor Bupati Kabupaten Jayawijaya yang diikuti kurang lebih 200 tamu undangan.

Lebih lanjut, ungkapnya, bahwa ancaman pembangunan di Indonesia adalah narkoba karena pada tahun 2015 lalu, narkoba memakan korban jiwa lebih kurang 3 juta jiwa.

Selain itu, HIV di Papua dan Papua Barat paling tinggi penderitanya di seluruh Indonesia.

"Saya mengharapkan kepada Pendeta, tokoh masyarakat untuk menghimbau masyarakat agar tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah serta menghindari mengonsumsi minuman keras agar tidak terjadi korban di masyarakat," imbuh Luhut.

Pembangunan Papua sudah dilaksanakan bertahun-tahun, tetapi belum maksimal. Karena itu dilakukan pendekatan Holistik untuk strategi pembangunan Papua.

"Pelanggaran Ham di Papua akan kita selesaikan (Wasior, Biak dan Enarotali, red) dengan dibentuk tim yang beranggotakan 35 orang yang terdiri dari unsur TNI/Polri, LSM baik dari dalam negeri maupun luar negeri ( Duta Besar PNG, Fiji Solomon dan New Zealand )," lanjutnya.

Terkait pelayanan kesehatan, juga akan ditingkatkan, dan nanti lain waktu Menteri Kesehatan akan tiba di Papua khususnya Wamena untuk melihat langsung keadaan kesahatan di Papua.

Begitu pula bidang pendidikan komprehensif untuk semua dan akan hadir di Papua profesor lulusan dari Amerika untuk upaya peningkatan pendidikan di bumi Cendrawasih ini.

Pihaknya juga sementara melihat apa kendala yang ada di lapangan dan akan dilaporkan ke Menteri Pendidikan.

Salah satunya dengan rencana dibangunnya sekolah unggulan yang berbasis asrama.

"Saya meminta kepada Pemerintah Daerah Jayawijaya khususnya Bupati agar menyiapkan tanah di Wamena untuk dibangun sekolah unggulan agar penerus kita bisa bersaing di sekolah Nasional maupun Internasional, semua akan kita bantu demi kemajuan pendidikan generasi muda  Papua ini," pungkasnya.

Menkopolhukam RI Jend. TNI (Purn) Luhut B. Pandjaitan beserta rombongan tiba di Bandar Udara Wamena dengan menggunakan pesawat Carter Karisma Flight Support Aircraft tipe CL604-N 787 LG.

Kedatangan di Wamena yang merupakan jantung Provinsi Papua tersebut dalam rangka kunjungan kerja serta melaksanakan tatap muka dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Jayawijaya di Sasana Wio Kantor Bupati Kabupaten Jayawijaya yang diikuti kurang lebih 200 tamu undangan.

Turut hadir dalam rombongan kunker Kepala Bappenas RI Sofyan Djalil, Staf khusus Menko, Lambock, Kaspri Menkopolhukam, Brigjen TNI Rudianto, serta rombongan khusus terdiri dari Edward Wanandi dan Mr. Marcus Mietzner.

Turut pula, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen. TNI. Hinsa Siburian, Kapolda Papua Irjen. Pol. Paulus Waterpauw, Adc Menkopolhukam, Lettu (Laut) Wahyu Setyadi serta tim media, Mrs Lenitha.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga