Rektor UKSW Salatiga Resmi Terima 29 Mahasiswa Asal Port Numbay

Share it:
Penyerahan mahasiswa yang  dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota
DR. Benhur Tomi Mano, MM kepada Rektor UKSW disaksikan
mahasiswa dan Kadis.Pendidikan Kota Jayapura
Salatiga, Dharapos.com 
Sebanyak 29 putra-putri asal Port Numbay secara resmi diserahkan untuk mengikuti perkuliahan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (25/6).

Penyerahan yang dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM kepada Rektor UKSW Salatiga Prof. Drs. A John Titaley,Th.D  bertempat di ruang kuliah Proboninoto Lt 5 ditandai dengan penyerahan secara simbolis 2 perwakilan mahasiswa dari Wali Kota kepada Rektor UKSW yang disaksikan mahasiswa dan kepala SKPD.

Ke 29 mahasiswa tersebut telah lulus pada seleksi yang dilakukan di Kota Jayapura beberapa waktu lalu.

Turut menyaksikan, Ketua klasis GKI Jayapura Pdt.Wilem Itaar, Ketua LMA Port Numbay, para kepala SKPD dan para kepala Distrik lingkup Pemerintah Kota Jayapura.

Wali Kota mengawali sambutannya mengatakan putra-putri Port Numbay yang dikuliahkan merupakan program Affirmative Action oleh Pemerintah Kota yang juga merupakan ide dari orang nomor satu di Kota Jayapura tersebut.

“Program ini diperuntukkan bagi seluruh anak-anak Port Numbay dalam arti tidak hanya anak-anak asli Port Numbay namun juga non Port Numbay maupun anak-anak lain dari luar Papua yang lahir dan besar di Kota Jayapura,” ungkapnya.

Program ini, lanjut Wali Kota, bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar 30 persen dan hingga tahun 2016 sebanyak  4 angkatan telah dikuliahkan di UKSW Salatiga semenjak dirinya memimpin Kota Jayapura periode 2011 - 2016.

Dikatakan, apabila di suatu daerah terdapat orang pintar maka dirinya akan mengolah sumber daya alamnya dengan baik sehingga untuk itu dibutuhkan SDM hebat yang cerdas dan mulia.

“Sekalipun kota Jayapura tidak mempunyai sumber daya alam namun bagaimana kita mengelola sumber daya yang ada untuk kemajuan pembangunan tentunya,” tandas Wali Kota.

Kepada 29  mahasiswa tersebut, pria yang akrab disapa BTM ini menitipkan pesan agar belajar dengan baik dan tekun sambil berdoa.

“Ora Et Labora yang artinya berdoa dan bekerja. Dasarnya adalah takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan,“ demikian pesan BTM seraya mengutip salah satu ayat firman Tuhan.

Ke 29 mahasiswa asal Port Numbay saat mengikuti prosesi penyerahan
Mereka nantinya akan dibina dan ditempa imannya di Universitas ini selain moral, etika, sopan santun hingga ilmu pengetahuan.

Selain itu, BTM juga meminta agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan cuaca dan masyarakat yang ada di lingkungan kampus khususnya serta masyarakat Salatiga pada umumnya.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa anak-anak Port Numbay yang kuliah di UKSW ini, mereka dibiayai oleh Pemerintah Kota Jayapura dari ujung rambut hingga ujung kaki. Karena itu, tugas anak-anak ini hanyalah untuk belajar dan meraih prestasi terbaik,” tegasnya.

Mereka juga dituntut menjauhkan diri dari pergaulan bebas, pengaruh minuman keras demi menjaga nama baik kampus dan Pemkot Jayapura. Dan apabila ada anak-anak yang kedapatan mabuk ataupun berbuat masalah maka akan langsung dikeluarkan dari UKSW.

Pemkot Jayapura, lanjut BTM, juga diterima baik di Salatiga dengan adanya pembangunan asrama Port Numbay yang merupakan bantuan Rektor UKSW.

“Untuk itu atas nama masyarakat adat, agama dan Pemerintah, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor UKSW yang denga ketulusan hati mau membina, mengawasi dan memberikan dorongan serta motivasi kepada anak-anak Port Numbay saat menimbah ilmu di UKSW.

Di tempat yang sama Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Prof. Drs. A John Titaley, Th.D mengharapkan kepada putra-putri Port Numbay agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan Wali Kota Jayapura.

“Gunakanlah semua anugerah yang diterima ini secara sungguh-sungguh karena ini bukan untuk memenuhi keinginan Wali Kota dengan memberikan beasiswa tapi keinginan masyarakat Port Numbay untuk maju dalam kehidupan mereka sehari-hari,” harapnya.

Lanjutnya, investasi yang diberikan dalam pembinaan SDM ini adalah investasi yang sangat besar dengan target bahwa anak-anak inilah yang nantinya akan merubah kehidupan masyarakat Port Numbay.

Rektor juga menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Wali Kota yang telah memberikan dukungan melalui ketegasan-ketegasan berupa sanksi pemulangan kepada mereka yang kedapatan tidak naik tingkat, hamil, mabuk, maupun berkelahi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura I Wayan Budiasa, S.Pd, M.M.Pd dalam laporannya mengatakan program Affirmative Action yang digagas oleh Wali Kota adalah dalam rangka percepatan pembangunan SDM di kota Jayapura serta hasil evaluasi BK3N.

Dari 30 siswa, 20 siswa merupakan putra-putri asli Port numbay, empat putra non Port Numbay dan lima putra non Papua yang lahir dan besar di kota Jayapura.

Lanjutnya, putra daerah umum dan putra non Port Numbay memberikan nuansa baru terutama dalam hal budaya belajar dan fokus dalam melaksanakan studi di UKSW secara bersama-sama.

Putra-putri Port Numbay tersebut nantinya akan menjalani studi pada lima program studi yang dibuka yaitu Pendidikan Bahasa Inggris, Sistem Informasi, Teknik Komputer, Keperawatan Gizi dan Akuntansi.
Seleksi awal yang dimulai dari 29 Maret - 2 April 2016 diikuti 156 peserta

Tes seleksi juga dilakukan oleh UKSW sendiri tanpa ada intervensi dari pihak lain sehingga menghasilkan 50 peserta yang juga dibarengi tes psikologi, potensi akademik dan tes bahasa Inggris. Hingga akhirnya, tersisa 30 peserta.

“Namun satu peserta mengundurkan diri sehingga jumlah total putra-putri Port Numbay yang mengikuti pendidikan di UKSW sebanyak 29 orang,” tutupnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga