Sambut Mahasiswa Port Numbay, Pemkot Salatiga Apresiasi Wali Kota Jayapura

Share it:
Camat Sidoarjo, Nugroho saat menyampaikan sambutan mewakili Wali Kota Salatiga
Salatiga, Dharapos.com 
Pemerintah Kota Salatiga menyambut baik kedatangan 29 mahasiswa Port Numbay dalam rangka menjalani studi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Salatiga, Wali Kota menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung dengan masyarakat kota Salatiga bagi mahasiswa Port Numbay,” ucap Wali Kota Salatiga yang diwakili Camat Sidoarjo, Nugroho dalam sambutannya pada acara peresmian Asrama Mahasiswa Port Numbay, di Kota Salatiga, Sabtu (25/6).

Pemkot Salatiga, ungkap Nugroho, sangat mengapresiasi kinerja Wali kota Jayapura karena menurut mereka, pria yang akrab disapa BTM ini merupakan sosok yang sangat luar biasa.

“Bagaimana perjuangan Pak Tomi Mano membangun sumber daya manusia di Port Numbay dan bagaimana beliau membangun generasi muda sehingga nantinya anak -anak yang kuliah di Salatiga diharapkan bisa menggantikan kepemimpinan beliau ke depan,” cetusnya.

BTM juga dinilai sebagai sosok yang intelektual dan tangguh serta tahu apa yang harus dipersiapkan atau apa yang perlu dilakukan 10 hingga 20 tahun mendatang khususnya bagi anak-anak Port Numbay yang diharapkan bisa melanjutkan pembangunan Kota Jayapura.

“Pemerintah Kota dan masyarakat Salatiga juga banyak bergaul dengan semua suku dan asrama Port Numbay merupakan salah satu fasilitas terbaik bagi mahasiswa yang menjalani studi di kota ini dengan seluruh biaya ditanggung penuh Pemerintah daerahnya,” lanjutnya.

Atas fasilitas tersebut, Nugroho meminta anak-anak Port Numbay untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

“Anak-anak Port Numbay ibarat mutiara yang masih belum dipoles sehingga kita semua memiliki harapan bahwa 30 tahun ke depan mutiara-mutiara ini akan memancarkan sinar terangnya,” harapnya .

Pemkot Salatiga juga mendukung apa yang telah dirintis oleh Wali Kota Jayapura di negeri berjuluk “Joglosemar” ini.

“Masyarakat Salatiga di sini tidak mengenal adanya diskriminasi. Kami menerima semua suku yang berada di lingkungan kecamatan termasuk kampus Satya Wacana dan kami bergaul, juga makan dan olahraga bersama,” bebernya.

Komunikasi yang dilakukan juga tidak membeda-bedakan karena semua berasal dari satu yaitu Indonesia.

“Jadi kalau mahasiswa yang belajar di Salatiga dan kemudian akhirnya berhasil nanti maka bangunlah Indonesia. Jangan cuma bangun Papua saja,” sambung Nugroho.

Atas nama Wali Kota Salatiga, dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini atas perhatian dan berbagai fasilitas yang disediakan bagi mahasiswa asal Port Numbay.

Diharapkan, agar semuanya dapat bermanfaat dan digunakan dengan baik oleh mahasiswa.

Pihaknya juga menyadari ada sedikit perbedaan adat Jawa dengan Papua namun tetap ada nilai-nilai yang sifatnya universal dalam mendukung terbangunnya kebersamaan.

Untuk itu, Nugroho mengajak semua pihak untuk bersama-sama menata masa depan yang lebih baik.

“Yang namanya ingin maju dan ingin menjadi pandai tentu tidak ada yang mudah, karena itu mari kita lawan semua hal yang negatif demi mencapai kesuksesan,” pungkasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga