Wali Kota Jayapura Resmikan Asrama Port Numbay Salatiga

Share it:
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM saat menandatangani
prasasti peresmian Asrama Mahasiswa Prot Numbay Salatiga
Salatiga, Dharapos.com 
Menjelang akhir masa jabatannya, Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM meresmikan Asrama Mahasiswa Port Numbay di Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (25/6).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan berita acara, prasasti, penyerahan aset dan penggutingan pita.

Turut hadir, Ketua Klasis GKI Jayapura, Ketua LMA Port Numbay, kepala SKPD, kantor dan badan, kepala distrik dan mahasiswa Port Numbay serta tamu undangan dari Pemkot Salatiga.

Mengawali sambutannya Wali Kota terlebih dahulu memperkenalkan para pejabat yang mendampinginya serta selayang pandang Kota Jayapura yang merupakan miniatur Indonesia karena semua suku bangsa, serta adat istiadat ada di ibukota provinsi paling timur Indonesia ini.

Wali Kota melakukan pengguntingan pita menandai resmi berdirinya
Asrama Mahasiswa Port Numbay di Kota Salatiga
Lanjutnya, dengan memiliki masyarakat yang sangat heterogen karena keberadaan semua agama, semakin mempertegas Kota Jayapura merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.

Sejumlah kemajuan hingga prestasi seperti keberhasilan meraih Adipura 3 tahun berturut hingga tata kelola keuangan daerah yang mendapat Opini WTP Murni dari BPK RI maupun terobosan lainnya turut dipaparkan.

“Jayapura adalah wajahnya Papua untuk Indonesia. Saya beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota bercita-cita menjadikan Jayapura menjadi kota yang aman dan nyaman untuk semua orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, jelas Wali Kota, asrama yang dibangun Pemkot Jayapura menggambarkan sebuah “Rumah Doa” yang dipakai untuk berdoa dan belajar.
Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM saat memberikan sambutan

“Ini menjadi satu kebanggaan bagi saya dan seluruh jajarannya Pemerintah Kota Jayapura yang telah menyelesaikan tugas di periode pertama dibarengi dengan kemajuan daerah yang begitu signifikan,” ucapnya.

Kepada 29 mahasiswa, Wali Kota berpesan untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan karena apa yang telah dibuatnya adalah demi kemajuan anak-anak Port Numbay. Yaitu anak-anak Papua yang tali pusarnya ditanam di Jayapura begitu juga anak-anak non Papua semuanya telah menikmati apa yang dibuat oleh Walikota

Diakui pula, program yang dicetusnya tersebut tak luput dari kecaman masyarakat, namun dirinya tidak mundur sehingga memasuki tahun 2016 ini program tersebut tetap berjalan dengan lancar.

Wali Kota pada kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemkot Salatiga yang telah memberikan izin dan ruang bagi pembangunan asrama tersebut.

Ketua LMA Port Numbay George Awi saat memberikan sambutan
Di tempat yang sama, Ketua LMA Port Numbay George Awi juga mengaku bangga dengan keberadaan mahasiswa Port Numbay di UKSW karena  walaupun datang untuk menuntut ilmu, namun budaya tetap mereka pertahankan.

Hal ini merupakan satu niat yang baik dari Wali Kota selaku Pemerintah bahwa aspek budaya pun senantiasa dilibatkan dalam proses pembangunan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Salatiga yang telah memberikan ruang dan
tempat kepada kami dari Papua untuk membangun asrama Port Numbay. Tak lupa juga kepada Wali Kota Jayapura, kami mengucapkan terima kasih karena selaku seorang putra Port Numbay, beliau cukup mempunyai perhatian besar untuk sektor pendidikan,” ucap Awi.

Lanjutnya, pendidikan merupakan satu investasi yang sangat besar nilainya dan tidak bisa diukur sehingga dengan dukungan dana Otsus, Wali Kota telah membuat berbagai terobosan dalam membangun sumber daya manusia khususnya di sektor pendidikan.

Wali Kota saat berkesempatan meninjau ruang asrama 
SDM merupakan suatu investasi yang tidak bisa diukur sehingga perlu ditanamkan untuk menjawab kebutuhan 20 sampai 30 tahun mendatang seirama dengan pembangunan yang ada di kota Jayapura khususnya dan Papua pada umumnya.

“Kalau Papua tidak maju dan tidak diberikan ruang maka yang tidak maju adalah Indonesia karena Papua merupakan bagian integral dari NKRI. Dan tugas Wali Kota Salatiga juga Kapolres untuk bagaimana mengindonesiakan orang Papua di kota Salatiga agar steatmen negara Indonesia yang disebut Sabang sampai Merauke betul-betul nyata,” tukasnya.

Untuk  diketahui, pembangunan asrama mahasiswa Prot Numbay menghabiskan anggaran sebesar Rp3.819.140.000,- sementara konstruksi bangunannya memiliki struktur dua lantai yang luas total bangunan 530,73 meter persegi.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga