Wali Kota Resmikan TPST Skala Perumahan

Share it:
Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM saat melakukan
pengguntingan pita menandai resminya TPST Skala
Perumahan di Kelurahan Argapura
Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM resmikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Skala Perumahan, di Kelurahan Argapura Distrik Jayapura Selatan, Rabu (22/6).

TPST tersebut merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Papua melalui Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman Papua.

Bantuan dimaksudkan guna mengurangi beban sampah yang di buang di TPA Koya Koso, yang awalnya berasal dari 141.153 penduduk Kota Jayapura menghasilkan 1.300” akan berkurang menjadi 700”.

Terkait peresmian TPST dimaksud, Wali Kota menegaskan hal tersebut sesuai visi misi Pemerintah Kota yang kelima yaitu penataan lingkungan menuju kota yang modern.

“Saya orang yang cinta dengan lingkungan dan kebersihan, dan jujur saya katakan dari lima rezim Wali Kota, tak ada satu pun yang peduli dengan lingkungan dan kebersihan kota ini,” tegasnya.

Lanjut Wali Kota, Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, dari hari pertama hingga hari ke tujuh baik burung di udara, ikan di laut, dan hewan melata serta seluruh isi bumi ini hingga selesai. Kemudian, Tuhan juga menempatkan manusia di bumi serta memberikan tanggung jawab kepadanya untuk mengelola alam ciptaan-Nya.

Manusia di tempatkan karena memiliki akal dan pikiran untuk bagaimana mengolah sumber daya alam yang ada di bumi. Baik itu menjaga, memelihara dan melestarikan alam yang Tuhan telah ciptakan untuk manusia.

“Karena itu sebagai manusia, kita harus menjaga, menata dan mengelolanya dengan baik,” imbuhnya.

Wali Kota juga turut membeberkan keadaan Kota Jayapura di waktu dulu yang terlihat sangat indah dan bersih.

Bahkan saat itu, berbagai marga satwa seperti burung Cendrawasih selalu berkicau di Angkasa, berikut burung dari berbagai jenis dan unggas, hingga sejenis kera ekor panjang yang selalu menghiasi alam Kota Jayapura.

Namun semua hanya tinggal nama saja akibat ulah manusia dan juga pembangunan.

“Untuk itu selama 5 tahun, saya bersama Wakil Wali Kota berusaha untuk mengembalikan keindahan kota ini seperti dulu kala. Sebagai anak negeri yang mempunyai tanah, air dan hutan maka saya berkomitmen untuk mengembalikan keaslian hutan seperti dulu lagi,” cetusnya.

Wali Kota saat melihat gambar proses pengolahan sampah
Bahkan, komitmen itu berujung pada penghargaan di bidang kebersihan berupa Piala Ardipura hingga di puncak penghujung masa jabatannya dengan meraih Piala Adipura Kencana sebagai penghargaan tertinggi di bidang tersebut.

Meski demikian pria yang akrab disapa BTM ini, berulang kali menegaskan bahwa Pemerintah tidak mengejar Adipura, karena hal itu hanya merupakan sasaran antara.

“Tetapi bagaimana bisa tertanam nilai-nilai kehidupan masyarakat kota yang taat dan sangat cinta dengan kebersihan lingkungan,” tukasnya.

Lebih lanjut, jelas BTM, jumlah penduduk kota Jayapura saat ini mencapai 414.153 jiwa. Dan jika di kalikan dengan 272 angka secara nasional, maka per harinya Kota Jayapura menghasilkan sampah hingga 1.700“ baik itu sampah rumah tangga dan juga sampah-sampah lainnya

Sampah-sampah tersebut 50 persen dibuang ke TPA Koya Koso milik Pemkot dan 50 persennya dikelola di TPST.

Ditambahkan, Pemkot bersama Satker Penataan Lingkungan dan Perumahan, telah membeli tanah seluas 20 hektar di Kampung Koya Koso. Dan ada dua hal yang ditangani di sana yaitu lumpur tinja dan pengelolaan sampah.

Kepala Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman Papua, Melky Sorongan juga menambahkan penyelenggaraan tempat pengolahan sampah 3R berbasis masyarakat merupakan pola pendekatan pengelolaan persampahan dengan melibatkan peran aktif dan pemberdayaan kapasitas masyarakat termasuk untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Sehingga pendekatan ditekankan kepada metode pengurangan sampah yang lebih arif dan ramah lingkungan.

Pengurangan sampah dengan metode 3R berbasis masyarakat lebih menekankan kepada cara pengurangan, pemanfaatan dan pengelolaan sejak dari sumbernya seperti rumah tangga, area komersial,  perkantoran dan lainnya.

“Melalui pengembangan TPST, kami berharap akan meningkatkan pola pengelolaan sampah terpadu dengan mengedepankan konsep 3R meningkatkan proses pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya dan meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan Perumahan melalui pengelolaan sampah terpadu masyarakat,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pemakaman Kota Jayapura, Yakobus Itaar menuturkan TPST Santa Rosa merupakan binaan dari dinas yang dipimpinnya.

“Dan hari ini kita mendapat bantuan dari Satker Provinsi Papua yang mana sampah ini adalah emas karena dapat menyerap tenaga kerja di sekitar lingkungan dan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” tukasnya.

Acara peresmian dibarengi dengan penyerahan peralatan kebersihan, berupa gerobak sampah, ayakan pasir, sapu dan sekop dan tong sampah  oleh Wali Kota secara simbolis untuk mendukung kebersihan, bagi perguruan tinggi, rumah ibadah dan RW.

Motor sampah kepada Dekan FKIP Uncen, mesin babat dan gerobak kepada Gereja Baptis. Kemudian tempat sampah dorong kepada pengurus masjid raya, mesin babat dan gerobak sampah bagi perwakilan RW.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga