Wali Kota Serahkan Bantuan Terakhir di Distrik Heram

Share it:
Wali Kota saat menyerahkan bantuan kepada warga penerima manfaat
Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM atas nama Pemerintah Kota Jayapura kembali menyerahkan bantuan.

Kali ini, penyerahan bantuan oleh Wali Kota ditujukan kepada distrik Heram, dan menjadi bantuan terakhir yang diberikan orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini selama dirinya memimpin Kota Jayapura.

Program ini juga merupakan program primadona Distrik Heram yang dikemas dalam acara ”Sehari Bersama Wali Kota Jayapura Selama 4 Tahun Berturut-turut”.

Sabtu (4/6), ratusan warga masyarakat di distrik Heram, selaku penerima manfaat hadir dalam rangka menerima bantuan dari dana distrik dan dana kelurahan diantaranya berupa bantuan keagamaan, sosial dan meja jualan yang bersumber dari Dana Pemberdayaan Distrik Heram Tahun 2016.

Kemudian, penyerahan mesin bubut, mesin cuci motor yang bersumber dari Dana  DP2K, dan penyerahan bantuan rumah layak huni serta bantuan peralatan membatik dari Dana DP2K Kelurahan Yabansai.

Selain itu juga, dilaksanakan sosialisasi Polmas, pembentukan dan pengukuhan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKTM) Kelurahan Waena.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang proses pembangunan yang dilakukan di Distrik  Heram serta tercapainya visi dan misi Pemkot Jayapura.

Wali Kota dalam sambutannya mengatakan Heram yang dikenal dengan motto “Herem Emas” ini merupakan wajahnya kota Jayapura.

Salah satunya melalui program Enggan Menyerah Mengatasi Sampah (EMAS) dimana program yang dilakukan oleh distrik Heram ini perlu dicontohi oleh distrik lain yang ada di kota ini.

“Sebagai wajah dan pintu masuk kota Jayapura, secara otomatis distrik Heram harus ditata dengan baik. Juga harus bisa mengatasi sampah dan menciptakan lingkungan yang hijau agar pandangan orang saat masuk dan melihat Heram sangat bersih dan indah,” dorongnya.

Wali Kota meminta seluruh warga distrik Heram agar turut menjaga lingkungan tetap bersih baik di rumah, halaman, lingkungan RT maupun RW  harus bersih. Juga tidak boleh ada selokan yang mampet.

Pos siskamling juga harus dibangun di masing-masing RW dan RT  dalam rangka  menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut dan nantinya akan di back-up oleh Polres Jayapura Kota.

“Masyarakat tidak boleh terganggu dengan orang-orang yang masuk keluar di tengah malam sehingga pos siskamling harus dibangun untuk melindungi masyarakat. Nantinya pos-pos tersebut akan dibantu fasilitasnya,” lanjutnya.

Pria yang akrab disapa BTM ini juga mendorong difungsikannya Posyandu di setiap wilayah. Karena fungsi Posyandu sangat penting yaitu melayani dan mengurusi ibu-ibu hamil dan juga anak-anak teristimewa pelayanan bagi balita di bawah 5 tahun.

“Para ibu harus kuat dan sehat untuk melahirkan dan anak yang dilahirkan juga adalah anak yang sehat dan cerdas,”
Lebih lanjut, jelasnya, Pemkot juga terus berupaya menekan angka kematian ibu melahirkan bayi maupun anak di bawah umur 5 tahun.

Bahkan, fungsi Posyandu terus didorong dengan SK Wali Kota, bahkan ditindaklanjuti dengan langkah pembinaan dari SKPD-SKPD kepada tiap-tiap posyandu.

Tidak hanya itu, para kader Posyandu di 5 distrik yang tersebar di 25 Kelurahan dan 14 kampung di Kota Jayapura juga akan terus diperhatikan.

BTM pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mama-mama di wilayah distrik heram yang selalu setia berkunjung ke Posyandu untuk memeriksakan kesehatan mereka dan buah hatinya.

 Hal ini juga sekaligus sebagai upaya untuk menekan angka kematian dimana tahun 2015 umur masyarakat di kota Jayapura mencapai 60 tahun namun di tahun ini angka harapan hidup telah mencapai 76 tahun.

Puskesmas dan Pustu yang berada di wilayah Distrik Heram juga diminta untuk selalu siap melayani masyarakat dengan baik bahkan pelayanan 24 jam pun diberlakukan hingga tenaga dokter spesialis juga disiapkan bagi tiap-tiap Puskesmas.

Putra asli Port Numbay ini juga berpesan untuk menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama karena wilayah Distrik Heram dihuni masyarakat yang heterogen dimana semua suku, bangsa dan agama ada di sana sehingga komunikasi harus dijaga dengan baik.

“Pastor, pendeta juga ulama, kita harus saling menghormati satu sama lain dan sampaikan kepada umat masing-masing untuk menjaga kebersamaan dari berbagai suku bangsa,” pungkasnya

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga