Wali Kota Tinjau Pembangunan JHH

Share it:
Wali Kota Jayapura DR Benhur Tomi Mano, MM saat meninjau pekerjaan JHH
 Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM meninjau pekerjaan pembangunan Jembatan Hamadi - Holtekamp (JHH) yang menghubungkan kawasan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan dan kawasan Hokltekamp di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (14/6).

Keberadaan JHH ini, diharapkan dapat semakin mendorong aktivitas  perekonomian di Kota Jayapura yang berada pada kawasan strategis nasional dan negara-negara Pasifik.

“Dengan hadirnya jembatan Hamadi - Holtekam maka akan mempersingkat jarak tempuh ke Distrik Muara Tami," ungkapnya usai meninjau pembangunan JHH, Selasa (14/6).

Dengan terbangunnya JHH, maka sebagian penduduk kota Jayapura akan mulai diarahkan ke Distrik Muara Tami.

Terkait itu, kecamatan yang  terletak di perbatasan RI-PNG ini sementara dalam proses di desain bersama Dinas PU, Balai Jalan dan Jembatan sembari meminta dukungan dari Pemerintah pusat agar distrik Muara Tami dapat dijadikan sebagai kota metropolitan.

Untuk pembangunan JHH sendiri, lanjut pria yang akrab disapa BTM ini, menjadi tanggung jawab Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemkot  Jayapura.

Wali Kota saat melakukan pemantauan
“Kita juga ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang  punya hak ulayat sehingga pembangunan jembatan Hamadi Holtekam bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan apapun,” ucapnya.

Karena, setelah dilakukan pengecekan, apakah ada masalah selama pekerjaan? Ternyata tidak ditemukan adanya masalah. Apalagi masyarakat setempat juga dilibatkan sebagai tenaga kerja.

Begitu pula masalah tanah, telah dikomunikasikan dengan masyarakat adat dan langsung diselesaikan kemudian oleh Pemprov Papua melalui Dinas PU dan hal tersebut telah realisasikan sehingga pembangunan bisa berjalan lancar.

“Nantinya juga untuk pembangunan infrastruktur perkantoran, rumah sakit, sekolah di distrik Muara Tami akan ditata dengan baik agar terlihat rapi dan indah,” lanjutnya.

Ke depan, Distrik Muara Tami juga akan berkembang menjadi wilayah otonom baru.

Terpisah, Project Manager Siswanto juga menambahkan progres pembangunan hingga saat ini telah mencapai 16 persen dari nilai kontrak Rp 860 Miliar.

Dikatakan, jembatan yang akan menjadi ikon kota Jayapura ini direncanakan selesai 2018, sehingga untuk mengejar target tersebut maka di tahun 2016 perusahaan milik negara ini akan konsen pada pembangunan bagian dasar hingga selesai.

“Dan untuk pondasi bawah target tahun 2016 sudah mencapai sekitar 40 persen,” sambungnya.

Untuk pekerjaan rangka akan dilakukan di tahun 2017, sehingga tahun 2018 pekerjaan esesories dan hanya tinggal finishing lantai.

“Proyek ini dilakukan sesuai skedul dan pembangunannya dilakukan siang malam,” tukas Siswanto.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga