Jelang Idul Fitri, Pemkot Sidak Ketersediaan Sembako

Share it:
Sekda Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM (pakai topi) saat mengecek
ketersediaan stok ikan di Mall Jayapura
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah Kota Jayapura melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka mengecek ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) dan harga di pasar maupun supermarket menjelang perayaan Idul Fitri.

Sidak dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Jayapura Rasmus D. Siahaya, SH, MM di dampingi Kepala Dinas Perindagkop Kota, Robert L. Awi, ST, MT dan Kadis Pertanian Kota serta Satuan Polisi Pamong Praja, Jumat (1/7).

Sidak dimulai dari Pasar Youtefa, Hypemarth Tanah Hitam, Mega Waena hingga Saga Abe.

Selama dua hari, Pemkot terjun langsung melihat keadaan bahan pokok di sejumlah pasar, dan ternyata harga-harga bahan pokok saat ini turun.

Seperti harga bawang merah dan bawang putih dari 60 ribu/kg turun menjadi 50 ribu/kg. Kemudian harga cabai keriting dari harga 95 ribu/kg menjadi 60 ribu/kg.

Harga daging ayam menjelang hari raya Idul Fitri juga rata-rata turun dari harga ayam 45 ribu/ekor turun menjadi 40 ribu/ekor juga disesuaikan dengan ukuran. Harga ini juga termasuk untuk ayam lokal yang harga jualnya stabil.

Bahkan biasanya, harga ayam lokal berkisar 60 ribu hingga 65 ribu/ekor, kini turun hingga 35 ribu  sampai 40 ribu/ekor. Sementara untuk harga bumbu dapur, terjadi fluktuasi dan itu memang biasa terjadi setiap menjelang hari raya.

“Kita harapkan para pedagang di pasar dapat menjaga kestabilan harga, agar terjangkau oleh masyarakat,” harap Sekda di sela-sela berlangsungnya sidak.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, karena setelah dilakukan pengecekan stok bahan pokok cukup memadai, baik bumbu dapur, daging maupun bahan pokok lain.

“Untuk itu, kebutuhan disesuaikan, dan jangan panik. Karena kalau masyarakat panik, kemudian melakukan aksi borong sehingga para pedagang melihat stok berkurang lalu dijadikan peluang bagi mereka lalu harga-harga pun dinaikkan,” himbau Sekda.

Ditambahkan, untuk perbandingan harga bahan pokok antara pasar Hamadi dan Youtefa, sambungnya tidak terlalu signifikan dan harga rata-rata tidak berbeda jauh. Bahkan perbedaan antara satu los dengan los lainnya bisa sampai Rp2000 – Rp3000,- ini terjadi sebelumnya.

“Kenaikan harga ini pasti membuat masyarakat berpikir, kenapa Pemerintah kota tidak mengintervensi? Itu sama sekali tidak bisa dilakukan. Karena Pemerintah hanya mengawasi kesiapan stok dan harga bahan pokok namun pasar sendiri yang menentukan,” akui Sekda.

Untuk masalah standar harga, bila merujuk pada standar nasional maka semua pasar sama.

Sekda juga lakukan sidak untuk memastikan ketersediaan daging ayam 
“Hanya tinggal kita menghitung ongkos angkut dan biaya bongkar muat, dan harga dari gudang ke pengecer, ini semua ada rumusnya. Sehingga nyata kita lihat di pasar harga daging sapi khususnya cukup berpengaruh,” urainya.

Tahun lalu, lanjut Sekda, ada perkiraan-perkiraan terhadap komoditi tertentu yang ditetapkan Pemerintah untuk diintervensi tapi untuk harga daging tidak masuk perhitungan. Karena Pemerintah berpikir harga daging tetap stabil dan tidak ada patokan harga.

“Karena itu kami menghimbau kepada para pedagang daging agar tidak bermain harga. Kalaupun itu terjadi secukupnya saja agar di hari baik ini kita berbagi,” tukas Sekda.

Di tempat yang sama, Kadis Perindagkop Kota Robert L. Awi, juga menambahkan pihak Disperindagkop Kota telah melakukan evaluasi dari tahun ke tahun dan di tahun kemarin ada sedikit keterlambatan pada transfortasi.

Karena ada beberapa komoditi yang diutamakan sehingga sehingga menyebabkan beberapa komoditi lainnya tertinggal.

“Dan pada minggu ini laporan dari beberapa distributor semua komoditi masuk, terutama stok dari Surabaya yang kemudian mengintervensi pasar sehingga menyebabkan harga barang relatif turun,” tambahnya.

Nantinya, lanjut Kadis, ada upaya dari Pemkot untuk menjaga agar harga tetap stabil yang dilihat dari beberapa komponen berdasarkan hasil evaluasi Perindagkop kalau fluktuatif sekali maka akan dilakukan intervensi.

Ia juga  mengakui ada beberapa temuan barang kadaluwarsa yang merupakan hasil temuan Balai POM, diantaranya barang campur yang ditemukan di beberapa kios dan tokoh yang ada di seputaran Kota Jayapura.

Sekitar 10 barang kadaluwarsa hasil temuan Balai POM sudah di tindak lanjuti oleh Disperindagkop Kota Jayapura.

“Mereka di tegur langsung di lapangan,” tandasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga