Kepala Suku Peg. Tengah Tolak Tegas Keberadaan ULMWP - KNPB di Papua

Share it:
Kepala Suku, Tete Agus Nikilik Hubi (kanan)
Wamena, Dharapos.com
ULMWP (United Liberation Movement For West Papua) dan KNPB (Komite Nasional Papua Barat) merupakan dua organisasi terlarang yang ingin memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Guna memuluskan niatnya, kedua kelompok ini kemudian menyebarkan banyak sekali kebohongan yang sengaja diumbar ke media sosial dan membuat masyarakat Papua menjadi bingung.

Seperti seruan mereka yang mengagendakan sidang di Honiara tanggal 13-14 Juli 2016 dalam rangka mendukung ULMWP masuk menjadi anggota Melanisian Sperhead Group (MSG).

Menyikapi hal tersebut, para Kepala Suku Wilayah Pegunungan yang diwakili oleh Tete Naligi Kurisi dan Tete Agus Nikilik Hubi menyatakan menolak keras dengan hadirnya ULMWP dan KNPB di atas Negara Republik Indonesia.

Penolakan tersebut dilontarkannya saat wartawan mendatangi kediaman Tete Agus di Jalan Irian Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

"Kami tidak kenal apa itu UMLWP dan mereka bilang mewakili rakyat Papua, itu tidak benar. Rakyat yang mana yang mereka bilang? Kami orang Papua dan mewakili masyarakat Papua menyatakan menolak keras hadirnya ULMWP dan KNPB di wilayah Jayawijaya,” tegasnya Agus Hubi.

Kepala Suku  Tete Naligi Kurisi 
Ia memperingatkan rakyat untuk tidak mudah dibohongi oleh aksi mereka karena organisasi tersebut hanya bertujuan merusak moral dan akhlak generasi muda.

“Kami menghimbau agar masyarakat jangan turut serta dalam aksi demo yang ujung-ujungnya anarkis serta membawa bendera dan lambang-lambang radikal separatis," kembali tegas Hubi.

Hal senada juga disampaikan oleh Tete Naligi Kurisi.

“Kita ini sudah merdeka bersama Bangsa Indonesia, banyak pemimpin-pemimpin seperti Gubernur, Kasdam, Kapolda orang asli Papua,” tandasnya.

Dan yang paling penting, pembangunan di Papua, tegas Naligi, sudah sangat maju.

“Kami tidak sepaham dengan adanya ULMWP maupun KNPB tersebut. Mari kita sama-sama membangun Papua menjadi lebih baik. Karena yang saya tahu bahwa  mereka hanya sekelompok orang atau boleh dibilang oknum yang dapat merusak moral generasi muda. Kami ingin hidup damai dan sejahtera,” pungkasnya.

Penyampaian pernyataan tersebut untuk meredam adanya informasi bahwa pada 13-14 Juli 2016 kelompok tersebut akan melaksanakan demo turun ke jalan.

Oleh karena itu, keduanya mengajak masyarakat Papua khususnya di wilayah Pegunungan Tengah agar tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga