Mantan TPN/OPM Ingatkan Masyarakat Papua Tak Termakan Isu

Share it:
Mantan anggota TPN/OPM, Herman Yoku
Jayapura, Dharapos.com
Terkait Maklumat yang mengatakan masyarakat Papua 100 persen mendukung ULMWP yang hendak masuk menjadi anggota MSG itu hanyalah isu yang tidak bertanggung jawab yang sengaja disebarkan oleh oknum-oknum atau kelompok yang ingin membuat suasana di Papua ini menjadi panas dan tidak kondusif.

“Sebenarnya itu untuk kepentingan pribadi  mereka dan yang melakukan hal-hal tersebut pastinya adalah orang-orang yang baru di dalam organisasi KNPB yang tidak tahu sejarah Papua ini,” tegas Tokoh
Masyarakat Kabupaten Keerom yang juga mantan anggota TPN/OPM, Herman Yoku saat ditemui di kediamannya.

Sebagai seorang mantan pejuang murni Papua Merdeka, dia mendorong seluruh aparat keamanan baik TNI maupun POLRI yang bertugas di Tanah Papua untuk mengambil langkah tegas dengan menangkap dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku terhadap seluruh anggota organisasi KNPB yang tidak jelas dan ilegal.

“Mereka itu hanya bisa membuat resah dan menipu generasi muda serta masyarakat Papua yang tidak tahu apa-apa karena di Indonesia ini sudah ada Undang-Undang dan hukum yang berlaku dan melarang organisasi terlarang seperti KNPB, ULMWP tersebut apalagi Separatis (OPM, red),” kecamnya.

Ditegaskan Yoku, seluruh rakyat Papua menginginkan kedamaian bukan menjadi korban karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab dan ulah orang-orang yang gila terhadap jabatan.

“Makanya saya menghimbau kepada saudara-saudara saya yang masih tergabung di dalam Organisasi Papua Merdeka, atau KNPB agar kamu stop tipu rakyat karena perjuanganmu sampai kapan pun tidak akan pernah mendapatkan restu dari Tuhan dan sampai kapan pun perjuanganmu tidak akan pernah terwujud,” pesannya mengingatkan.

Ia kemudian menuturkan kisahnya dulu saat berjuang bersama-sama rekan-rekan yang tergabung dalam OPM.

“Saya pernah tertipu dengan organisasi yang tidak jelas pada saat mengasingkan diri ke PNG selama 5 tahun sebelum menyerahkan diri dan bergabung ke NKRI. Selama saya tinggal di PNG dalam jangka waktu 5 tahun, selama itu pula saya mau membuktikan apakah perjuangan saya untuk Papua Merdeka memang benar-benar mendapatkan dukungan dari Negara-negara Eropa,” tuturnya.

Kenyataannya, lanjut Yoku, yang dirinya dapat selama 5 tahun di PNG, hanya melihat orang-orang OPM yang saling bertengkar untuk merebutkan sebuah jabatan dalam organisasi tersebut.

Parahnya, sama sekali tidak ada bukti dukungan dan bantuan dari negara-negara Eropa tentang perjuangan Papua Merdeka ini.

“Dari tahun 1974 sampai 1979, saya berada di PNG dan hanya mendapat luka tombak pada kaki saja akibat pertengkaran sesama OPM dan akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke Papua dan di tangkap kemudian masuk penjara tahun 1979,” urainya.

Pada 1982, dirinya juga di fitnah sesama rekan tentang masalah pencurian senjata.

“Gara-gara itu, saya masuk penjara lagi tetapi tidak ada bukti yang kuat sehingga saya dibebaskan dan pada tahun itulah Kodam Irian Jaya memberikan Surat Pemutihan kepada saya yang kemudian terbebas dari tuduhan pencurian senjata dan bersih dari Organisasi Papua Merdeka,” tukas Yoku.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga