Pemkot Gelar Ibadah Syukur Mengakhiri Masa Jabatan BTM - ALAM

Share it:
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM saat memberikan sambutan
Jayapura, Dharapos.com 
Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Walikota DR. Benhur Tomi Mano, MM mengikuti  Ibadah Persekutuan Oikuimene Marturia, Pemerintah Kota Jayapura yang di gelar di gedung serbaguna Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (11/7).

Ibadah yang dipimpin Ketua Klasis GKI Jayapura Pdt. Willem Itaar ini sekaligus sebagai pengucapan syukur mengakhiri masa Jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura periode 2011 – 2016 bersama jajaran TNI dan POLRI.

Puluhan paduan suara turut pula mempersembahkan sejumlah lagu pujian syukur.

Wali Kota dalam sambutanya usai ibadah menuturkan, sejak memimpin Kota Jayapura bersama Wakilnya
Dr. H. Nuralam, SE, M.Si pada 22 Juli 2011 lalu, dirinya banyak meneteskan air mata karena melihat bahkan merasakan kondisi warga masyarakat yang berada di  pusat pemerintahan provinsi Papua ini, masih hidup jauh dari apa yang didambakan.

“Kami tidak menyangka, Tuhan telah menunjuk kami berdua untuk menjawab keluh-kesah, keringat dan air mata rakyat. Serta juga kenyataan hidup yang harus diterima sebagai suatu tanggung jawab untuk menjalankan visi dan misi Tuhan di atas Tanah Port Numbay,” ungkapnya.

Ditambahkan pula, pada tanggal 21 Juli mendatang, kepemimpinan pasangan yang mengusung jargon BTM - ALAM genap berusia 5 tahun, dengan pencapaian berbagai terobosan hingga berujung pada berubahnya wajah Jayapura sebagi kota yang aman, bersih dan modern.

Ribuan ASN hadir dalam ibadah pengucapan syukur mengakhiri masa jabatan BTM - ALAM
Wali Kota pun mengakui, jika masih banyak persoalan terkait pembangunan yang belum terlaksana.

“Tetapi kami berdua optimis paling tidak 90 – 95 persen dari seluruh program kerja yang tertuang dalam visi dan misi BTM – ALAM  akan terealisasi pada akhir masa jabatan kami pada 21 Juli nanti,” tandasnya optimis.

Pria yang akrab disapa BTM ini juga menyadari jika dirinya dan Wakil Wali Kota dalam kepemimpinan selama 5 tahun diwarnai pro dan kontra, namun hal tersebut dipahami keduanya sebagai masukan dan koreksi dalam rangka perbaikan.

“Karena itu, apa yang disampaikan rakyat, kami terima sebagai bagian dari keterlibatan rakyat secara langsung untuk langkah perbaikan karena kami pemerintah hanyalah sebagai pelayan rakyat dan bukan tuannya rakyat. Karena keberhasilan itu adalah milik masyarakat namun jika ada kegagalan maka itu adalah kegagalan kepemimpinan kami,” bebernya.

Olehnya  itu,  agar tidak terjadi kegagalan, BTM meminta semua pihak untuk berjalan bersama-sama dalam sebuah keyakinan yang sungguh sehingga Tuhan pasti turut campur tangan melakukan karya- Nya yang ajaib.

“Sebagai seorang pamong sejati, saya paham benar tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, karena hal itu bukan berasal dari rakyat akan tetapi berasal dari Tuhan. Dalam hal ini, amanah yang mengandung sebuah tanggung jawab walaupun bukan sesuatu yang mudah. Apalagi merubah karakter manusia yang beragam dengan segala kompleksitas persoalan yang dihadapi,” tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga