PKB Miliki Tanggung Jawab Bagi Perkembangan Umat

Share it:
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM saat memberikan sambutan
Jayapura, Dharapos.com
Kehadiran Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Wijk APO dalam Jemaat Pengharapan Jayapura, adalah sesuatu tanggung jawab dalam pelayanan bagi perkembangan umat di tanah Papua, khususnya di kota Jayapura.

Demikian ungkap Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM saat memberikan sambutan pada pembukaan Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Persekutuan Kaum Bapa (PKB) Wijk APO ke - 29 Tahun 2016 GKI Pengharapan Jayapura yang digelar, Kamis (7/7).

Pemerintah, ungkap dia, sebagai wakil Allah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara alam ciptaan serta khususnya melakukan pembinaan umat Tuhan.

“Program saya yang pertama yakni menata alam yang Tuhan ciptakan, sehingga ide saya untuk kota ini adalah setiap pagi harus dibersihkan,” ungkapnya.

Mendukung itu, Wali Kota kemudian menggerakkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota dengan menerjunkan mama-mama dan bapa-bapa  yang dengan membersihkan kota Jayapura mulai dari batas Kota hingga kawasan Angkasa.

“Walaupun untuk itu, dari mereka ada yang mengalami kecelakaan, bahkan juga diperkosa oleh orang mabuk. Tapi masyarakat masih saja tak sadar sampai-sampai botol minuman hingga tisu seenaknya saja di buang dari mobil ke atas jalan raya,” keluhnya.

Ny. Christin L. Mano, Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM bersama istri turut hadir mendampingi Wali Kota
Di samping itu, lanjut pria yang akrab disapa BTM ini, dalam rangka untuk menjaga keindahan kota dan mengembalikan keaslian hutan, pihaknya juga bekerja sama dengan jajaran di institusi TNI – POLRI untuk menanam pohon dari batas kota hingga ke Angkasa.

"Saya akan menata kota ini menjadi indah dan bersih untuk menyenangkan hati Tuhan karena alam ini diciptakan untuk kita, sehingga tugas kita untuk merawat dan menjaganya,” janjinya.

Terkait pembinaan umat pun, salah satu yang dilakukan Pemkot adalah dengan menginstrusikan seluruh pasar, toko, mall dan supermarket tutup dari pukul 06.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT karena untuk menghargai umat Nasrani beribadah kepada Tuhan.

Bahkan, BTM juga mempersatukan 43 Denominasi gereja yang ada di kota Jayapura dalam satu jamuan kudus yang berlangsung di Grand Abe Hotel yang dihadiri seluruh ketua klasis yang saat itu meneteskan air mata haru atas momen indah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Meski masih saja ada segelintir orang yang tidak senang dengan programnya, namun begitu orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini tetap berbesar hati karena program yang diciptakan adalah untuk menyenangkan hati Tuhan sesuai moto Pemkot Jayapura: “Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan”

Para anggota PKB Wijk APO
Pada kesempatan tersebut, putra asli Port Numbay ini juga mengajak seluruh kaum bapak agar dalam momen ini,  menjadi modal dasar untuk membangun kehidupan yang memiliki persekutuan, kesaksian dan pelayanan.

“Jika jemaat mampu menjalin persekutuan dengan baik, maka jemaat sudah menjalankan salah satu misi
Pemerintah kota Jayapura, yakni meningkatkan kualitas hidup umat beragama,” tukasnya.

Ketua Majelis Jemaat GKI Pengharapan, Pdt. Lisbet Awarawi, S.Th juga mengatakan PKB di Wijk APO, mempunyai satu pergumulan untuk membangun dan bertumbuh dalam kasih dan karunia yang berbeda.

Karena untuk bertumbuh maka dibutuhkan satu kesabaran, kelembutan dan dengan penuh kasih.

“Di usia 29 tahun ini, Bapak-bapak harus menjadi yang bertanggung jawab dan jadilah bapak-bapak sebagai imam yang takut akan Tuhan agar bisa membawa persekutuan ini untuk lebih dekat kepada Tuhan. Secara khusus jadilah bapak dalam keluarga yang takut akan Tuhan,” pesannya.

Selain Wali Kota turut hadir juga, Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM.

Syukuran tersebut mengusung tema "Membangun dan Tumbuh Bersama Dalam Kasih".

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga