Sistem PPDB Online Pastikan Proses Sesuai Mekanisme

Share it:
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM

Jayapura, Dharapos.com  
Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online sangat penting dilakukan dalam rangka memastikan seluruh proses telah sesuai dengan mekanisme.

“Penerapan sistem ini adalah untuk memastikan bahwa orang tua tidak menitipkan anaknya untuk masuk di sekolah tertentu. Sehingga kesuksesan yang diraih berbanding lurus dengan kesungguhan anak itu sendiri untuk belajar keras,” ungkap Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (12/7).

Karena itu, dirinya mengajak para orang tua bersama buah hatinya untuk belajar bersyukur jika diterima  di sekolah manapun.

Semua sekolah di Kota Jayapura, lanjut pria yang akrab disapa BTM ini, memiliki tenaga guru yang hebat dan semangat untuk maju, demikian pula dukungan fasilitas sekolah yang juga memadai baik sekolah negeri maupun swasta.

Bahkan sejak tahun ajaran 2015/2016, sekolah swasta dan negeri mulai bersaing dengan komitmen untuk mengembangkan talenta, kreativitas dan potensi masing-masing.

BTM  juga minta kepada pada orang tua yang anaknya terpaksa putus sekolah karena masalah ekonomi, untuk kembali bersekolah.

“Jika malu maka dapat masuk program kesetaraan (Paket A, B dan C ) atau lembaga kursus,” dorongnya.

Lebih lanjut, jelas dia, pelaksanaan rangkaian Ujian Nasional hingga PPDB online secara umum berjalan dengan baik. Bahkan, Pemkot dalam hal ini, sejak tahun 2015 secara besar-besaran mewujudkan transparansi publik dalam bidang pendidikan.

Melalui perangkat IT dalam layanan online maka tingkat kejujuran, efektivitas, efisien, kecepatan dan transparansi publik dapat ditingkatkan secara stimulan.

Diakuinya, upaya layanan online tentu memerlukan kapasitas bandwith internet yang memadai sehingga untuk mewujudkan itu, maka Pemkot telah membangun kerja sama dengan PT. Telkom sejak dua tahun belakangan ini.

Walaupun, pada saat PPBD Online dimulai sempat terjadi kendala teknis dengan putusnya kabel fiber optik Biak - Sarmi pasca gempa.

“Kejadian ini di luar dugaan dan  kita akui sempat menimbulkan gangguan proses layanan PPDB di semua sekolah,” akui BTM.

Namun, komitmen Dinas Pendidikan kota Jayapura, PT. Telkom bersama seluruh kepala sekolah  untuk tetap berupaya mengupgrade bandwith internent sekolah baik yang memiliki paket indihome maupun speedy.

Ia juga mengingatkan bahwa jumlah siswa yang bisa diterima sudah ditentukan oleh setiap satuan pendidikan berdasarkan rasio ketersediaan ruang kelas serta mengacu pada standar sarana dan prasarana.

“Jumlah rombongan belajar (Rombel)  maksimum 35-40 siswa sehingga dimohon pada orang tua agar dapat memahami hal ini,” harap BTM.

Ditambahkan, seluruh anak di Kota Jayapura diprioritaskan untuk mendapatkan dana Program Indonesia Pintar (PIP), dan wajib lulus minimal SMA/Sederajat.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga