Soal Seleksi 14 Kursi DPR Papua, Wonda: Pro Kontra Itu Biasa

Share it:
Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, SH, MH
Jayapura, Dharapos.com
Meski diwarnai pro dan kontra, proses seleksi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang diangkat melalui mekanisme 14 kursi periode 2014-2019 yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) terus berjalan.

Nantinya, hasil dari tim Pansel tersebut akan diserahkan ke Pemerintah.

“Kalau soal pro dan kontra itu biasa dalam proses di parlemen,” tutur Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, SH, MH kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (14/7).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi termasuk DPRP tidak mendapat posisi untuk mengintervensi karena Pansel sendiri bekerja atas tugas dan sumpah serta tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada mereka.

Namun, menurut Wonda, pihaknya telah menyarankan kepada rekan-rekan pansel agar tetap bekerja sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada. Sehingga tidak terjadi pro dan kontra dalam tahapan rekrutmen seterusnya.

Walaupun saat ini, diakui Wonda, memang muncul pro dan kontra namun semuanya kembali kepada kerja tim Pansel Provinsi.

“Kalau memang mereka merasa bahwa apa yang mereka putuskan itu sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada dalam tataran atau aturan main tim seleksi, maka saya kira mereka harus terus berjalan,” dorongnya.

Sekali lagi, masalah pro dan kontra itu hal biasa tetapi di sisi lain, tegas Wonda, tahapan ini tidak bisa dihentikan.

“Makanya kami dari DPR Papua tetap keras dan ngotot bahwa tahapan ini tidak boleh di hentikan oleh siapa pun. Dan ini merupakan pertaruhan yang cukup berat yang kami lalui di dalam parlemen,” tegasnya.
Karena, bagi Wonda, tahapan yang sudah ada dan sudah sesuai aturan terus dijalankan.

“Intinya, kami dari DPR Papua tidak bisa mencampuri hal itu karena tugas kami hanya mengawasi. Biarlah tim seleksi bekerja sesuai kehendak dan aturan yang ada pada mereka. Dan selaku Ketua DPR Papua, saya mau agar tahapan ini kita lanjutkan terus,” tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga