Soal ULMWP - KNPB di Papua, Alex Doga : Mereka Itu Organisasi Ilegal

Share it:
Kepala Suku, Alex Doga (kiri) saat menyampaikan pernyataannya
Wamena, Dharapos.com
Keberadaan United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang selama ini menjalankan aksinya mengatasnamakan masyarakat Papua terus mendapat penolakan.

Kali ini datang dari Alex Doga, seorang Kepala Suku yang sangat berpengaruh di Kabupaten Jayawijaya, yang menyatakan menolak dengan keras keberadaan dua organisasi tersebut.

Alex adalah anak dari Silo Sukarno Doga yang merupakan salah satu mantan pejuang wilayah Pegunungan Tengah yang pro kepada Pemerintahan Republik Indonesia bersama dengan Kurulu Mabel dan Ukhumiarek Asso.

"Kami para tetua adat Kabupaten Jayawijaya menolak dengan tegas keberadaan ULMWP dan KNPB di wilayah Pegunungan Tengah. Mereka kami anggap sebagai organisasi ilegal yang dilakukan oleh oknum atau kelompok yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan perut saja,” cetusnya saat ditemui wartawan di rumahnya Gg. Suci Jalan Hom-hom, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi rencana ULMWP dan KNPB yang akan melakukan agenda sidang di Honiara pada tanggal 13-14 Juli 2016 dengan tujuan mendorong ULMWP masuk dalam bagian Melanisian Sperhead Group (MSG).

Lebih lanjut, tutur Alex,  dulunya para pejuang wilayah Peg. Tengah sudah setuju bersatu dengan NKRI. Bahkan mereka berpesan akan mengutuk jika Papua keluar dari Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mereka adalah tua-tua kami yang menjadi wakil Tuhan, karena organisasi ilegal tersebut hanya akan merusak para generasi penerus dan daerah kita,” lanjutnya.

Bahkan juga, demo-demo yang mereka lakukan bersifat anarkis yang dapat merusak moral dan akhlak para pemuda.

“Kami menghimbau kepada generasi muda agar membangun Papua ini dengan baik, jangan mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab,” kembali himbau Alex.

Olehnya itu, atas nama tokoh adat Papua mewakili masyarakat pria yang tak kenal kompromi ini menegaskan bahwa masyarakat Papua terlebih khusus Pegunungan Tengah tetap setia kepada NKRI.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga