Wahana Visi Indonesia Resmi Akhiri Pelayanannya di Kota Jayapura

Share it:
Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM saat selebrasi penutupan Pelayanan Program
Pengembangan  Wilayah Port Numbay 15 Tahun melayani  di Kota
Jayapura 2001 -2016 Wahana Visi Indonesia (WVI)
Wahana Visi Indonesia (WVI) secara resmi mengakhiri pelayanannya setelah 15 tahun melakukan pendampingan di Kota Jayapura.

Lembaga kemanusiaan yang berfokus pada kesejahteraan anak ini, sejak tahun 2000 telah mendampingi Kota Jayapura melalui kantor wilayah yang disebut Area Development Program (ADP) Port Numbay.

Hal tersebut ditandai dengan menggelar selebrasi penutupan mengusung tema Perayaan Pengakhirian Pelayanan Program Pengembangan Wilayah Port Numbay 15 Tahun Melayani Di Kota Jayapura 2001 -2016 Wahana Visi Indonesia (WVI).

Acara tersebut di gelar di gedung serbaguna Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (30/6).
Selain Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MH turut hadir juga sejumlah kepala SKPD di lingkup Pemkot Jayapura, ketua Pengurus Yayasan Wahana Visi Indonesia Agnes Wulandari, GM Zona Papua, Charles Sinaga.

Wali Kota dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Kota Rasmus D. Siahaya mengatakan,pada acara pengakhirian ini tentu ada masanya baik waktu pergi maupun datang.

“Dalam waktu itulah kita berkiprah untuk mengembangkan talenta dalam mempertahankan hidup,” ungkapnya.

Program WVI yang dilakukan selama ini mencerminkan bahwa yayasan tersebut telah mengambil posisi dan menangkapnya sebagai satu upaya untuk bagaimana memanusiakan manusia dan mempertahankan keutuhan hidup hingga tidak ada penyesalan.

Salah satunya, dalam sektor penguatan ekonomi, ADP Port Numbay WVI telah membentuk dan mendampingi 37 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang tersebar di lima kecamatan di Kota Jayapura.

Kelompok-kelompok tersebut telah berkembang, menciptakan inovasi dan memproduksi berbagai macam komoditi yang dapat digunakan untuk penunjang ekonomi mereka, salah satunya adalah benda kerajinan tangan (seperti tas, pohon natal, dan lain-lain) yang dihasilkan dari daur ulang sampah.

 “Pemerintah memandang proyek Wahana Visi Indonesia ini sebagai satu proyek kemanusiaan yang memanusiakan manusia agar mampu bertahan hidup dan membuat hidup itu bermakna bagi orang lain,” lanjut Siahaya.

Pemerintah, ungkap dia, terbatas dalam mengakomodir semua hal dalam bidang kehidupan di kota Jayapura namun semua itu bisa teratasi dengan kehadiran WVI di Port Numbay sebagai mitra pemerintah.

“Karena tidak ada pemerintah yang mampu untuk melaksanakan seluruh penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tanpa peran serta masyarakat. Dan peran masyarakat yang proaktif telah ditunjukkan oleh WVI sebagai sesuatu yang menggembirakan Pemerintah Kota Jayapura,” cetus Siahaya.

Manajer ADP Port Numbay WVI, Johny Noya
Lanjutnya, dalam rentang waktu 2001 hingga 2016, WVI telah melayani masyarakat kota Jayapura terutama pada bagian-bagian yang mungkin tak bisa dijangkau Pemkot.

Bahkan, diakuinya pula, bahwa masih ada program Pemkot yang belum sampai pada sudut-sudut masyarakat Kota Jayapura

Sehingga dengan berbagai program yang di cetus WVI merupakan sesuatu yang memberikan harapan, bahwa dengan kehidupan bersama mendorong adanya ketahanan hidup.

Kemandirian merupakan akar puncak dari sebuah pohon kehidupan. Artinya apabila keluarga tidak mandiri dan hanya bergantung pada orang lain, maka saat tetangga tersebut pergi, keluarga yang bergantung pun ikut layu, jatuh tergeletak bahkan mungkin juga tidak mampu bangun.

“Hal seperti ini tidak boleh terjadi dalam kehidupan kita karena bertentangan dengan nilai-nilai iman kita. Sehingga diharapkan, selama 15 tahun mendapat pendampingan dari WVI, KSM sudah bisa mandiri,” harapnya.

Ditambahkan juga, nantinya ada pendampingan dari Pemkot secara sustainable dengan mendorong  berbagai program lewat BPP dan KB kota Jayapura.

Demikian pula ada pendampingan dari Dinas Perindagkop, Kesehatan, Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Jayapura untuk turut melihat perkembangan tersebut

“Hal ini harus menjadi perhatian SKPD terkait realisasi program yang ada dalam program SKPD sebagai wujud pendampingan secara sustainable kepada KSM yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer ADP Port Numbay WVI, Johny Noya mengungkapkan rasa syukurnya atas kebersamaan yang terjalin selama 15 tahun di Kota Jayapura.

“Kami sangat bersyukur atas terselesaikannya pelayanan kami di Kota Jayapura ini. Berbagai pencapaian signifikan selama ini tentunya menambah rasa syukur tersebut,” ucapnya.

Diantaranya, Ketua Forum Anak Port Numbay, pada tahun 2014 silam menjadi Juara II Nasional pada Lomba Sosialisasi HIV AIDS BKKBN.

“Salah satu  KSM kami juga berhasil memperoleh juara II nasional pada Citi Microentrepreneurship Awards 2015 yang diadakan oleh UKM Centre Fakultas Ekonomi UI.

Selain itu, ADP Port Numbay juga telah mendorong lahirnya inisiatif Jayapura Layak Anak.

“Kami yakin masyarakat Kota Jayapura sudah cukup berdikari dan sudah siap melanjutkan apa yang sudah ditanamkan oleh WVI. Kami harap semua proses transformasi masyarakat dapat berjalan terus menerus secara berkesinambungan dan didukung sepenuhnya oleh pemerintah demi terwujudnya masyarakat Jayapura yang semakin maju dan sejahtera, dan anak-anak Jayapura dapat hidup utuh sepenuhnya dan mencapai cita-citanya,” tukasnya.

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah Yayasan Sosial Kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga