Wali Kota: Radikalisme dan Terorisme Bukan Ajaran Islam

Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat memberikan sambutan
Jayapura, Dharapos.com 
Waki Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menegaskan bahwa paham radikalisme dan terorisme bukan merupakan ajaran Islam.

“Stigma radikalisme dan terorisme yang di alamatkan kepada Islam adalah salah besar,” tegasnya pada acara Halal Bi Halal dan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Forum Komunikasi Umat Beragam (FKUB) Kota Jayapura, Rabu (13/7).

Menurutnya, ajaran Islam yang di bawakan oleh Nabi Muhammad mendasari dua hal penting.

“Intinya adalah kasih sayang untuk seluruh alam semesta dan budi pekerti atau ahklak manusia harus baik atau beriman kepada Tuhan sang pencipta. Juga kepada sesama manusia tanpa membedakan suku, bangsa dan agama, makanya dikatakan Islam itu indah Jika dijalankan secara paripurna,” tuturnya.

Bahkan sudah terbukti dan ternyata Islam di Papua khususnya di Kota Jayapura begitu indah dimana toleransi antar umat beragama berjalan begitu baik dan damai.

"Karena itu, hal yang baik ini harus terus kita jaga dan pelihara dengan baik. Dan sebagai seorang Muslim maka dia harus hidup bersahaja dan memiliki akhlak yang baik dan bertaqwa kepada Tuhan,” imbuhnya.

Peletakan batu pertama pembangunan kantor FKUB Kota Jayapura oleh Wali Kota 
Konsep ini juga, lanjut pria yang akrab disapa BTM ini telah diterapkan selama lima tahun dalam kepemimpinan di negeri berjuluk Port Numbay ini bersama H. Nuralam.

Jelang mengakhiri lima tahun kepemimpinannya khusus dalam tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat, diakuinya, belum maksimal sehingga untuk itu mohon dibukakan pintu maafnya.

“Sebab kesempurnaan adalah milik Tuhan Yang Maha Kuasa, sedangkan manusia sempat salah dan khilaf. Begitu juga dalam kedinasan maupun pergaulan dalam keluarga terjadi komunikasi yang kurang berkenan di antara kita, mohon dimaafkan,” ucap BTM sembari memohon.

Karena itu, pada momen Halal Bi Halal ini, orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini mengajak semuanya berjabat tangan dan saling memaafkan.

“Saya hanya ingin merawat dan memperindah kota kelahiran milik leluhur saya. Hal itu yang mendasari seluruh kerja saya dalam membangun kota Jayapura selama lima tahun. Dan kepada seluruh umat Muslim, apa yang telah dibuat di kota ini terlalu indah karena kebersamaan dan kemesraan kita semua sehingga diharapkan kemesraan itu jangan cepat berlalu,” tukasnya.

Turut hadir Sekda kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Jayapura.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga