WVI: Pengembangan Potensi Anak-anak Port Numbay Harus Didukung

Share it:
Ketua Yayasan Wahana Visi Indonesia, Agnes Wulandari
Jayapura, Dharapos.com
Anak-anak Port Numbay memiliki potensi luar biasa yang perlu didukung dan diberi ruang seluas-luasnya untuk berkembang dan maju.

Demikian pernyataan Ketua Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI) Agnes Wulandari saat selebrasi penutupan Program Pengembangan Wilayah Port Numbay 15 Tahun Melayani Di Kota Jayapura 2001- 2016 Wahana Visi Indonesia (WVI), Kamis (30/6).

“Selama 15 tahun mendampingi anak-ank Port Numbay, mereka memiliki potensi yang perlu didukung dan diberi ruang seluas-luasnya sehingga mereka bisa mencapai cita-cita mereka di masa yang akan datang,” tegasnya.

Diakuinya, 15 tahun yang lalu saat memulai pelayanan di Port Numbay juga di dasari oleh visi WVI yaitu bagaimana agar setiap anak hidup untuk sepenuhnya.

“Kami juga meyakini ada orang atau pihak yang akan menjadi rekan sekerja kami. Dimana setiap hati didoakan untuk memiliki tekad demi mewujudkan kehidupan yang terbaik dari anak-anak,” akui Agnes.

Dalam sejarahnya selama 36 tahun melayani tanah Papua, WVI bukan lembaga donor namun yayasan ini mengambil peran sebagai mitra bagi masyarakat.

Hal ini, lanjut Agnes, juga didasari atas keterpanggilan untuk melayani masyarakat.

“Setelah melayani masyarakat di sini tentu anak-anak yang di dampingi sejak 15 tahun yang lalu telah bertumbuh menjadi besar dengan harapan hasil pendampingan akan terus bergulir,” harapnya.

Lebih lanjut jelasnya, investasi pada sumber daya manusia adalah investasi yang akan berbuah, karena manusia mempunyai komitmen untuk bertumbuh dan berkembang.

Diharapkan juga anak anak yang sudah besar boleh menjadi agen-agen perubahan yang terus berkarya di tempat masing-masing.

“Setelah 15 tahun melayani dan pamitan pada saat ini dengan satu keyakinan bahwa karya kita bersama tidak akan pernah berhenti. Banyak agen-agen perubahan yaitu anak-anak kita yang sudah besar dan mereka mampu untuk mengambil peran dalam proses pembangunan kota Jayapura,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Agnes juga menyampaikan beberapa capaian, dimana capaian terbesar dalam hal ini kemitraan karena dengan itu maka proses pengembangan akan terus berjalan.

“Dari sisi angka kami melayani 19 kampung dan kelurahan yang ada, dimana sebanyak 6834 anak yang secara langsung didampingi sejak tahun 2001. Bahkan di antara mereka telah tuntas di perguruan tinggi dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan keluarga,” rincinya.

Diantara anak-anak tersebut juga banyak yang telah berkarya di instansi pemerintah dan swasta, bukan hanya di Papua akan tetapi juga di kota lainnya di Indonesia.

Untuk itu dirinya mengajak semua pihak untuk mendukung anak-anak tersebut agar mereka bisa menjadi berkat bagi sesamanya.

Dalam bidang pendidikan, WVI melakukan pendampingan terhadap guru-guru di 19 SD dan 6 SMP untuk bagaimana mengajar dengan cara yang menyenangkan.

Kemudian, bagaimana menciptakan sekolah menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan sehingga anak-anak cepat menangkap pelajaran dan bertumbuh dalam hal karakter.

Untuk PAUD, sambung Agnes, dilakukan pendampingan kepada 21 PAUD dalam hal berkontribusi pada usaha membangun Jayapura menjadi kota layak anak.

Kemudian ada juga forum anak kota Jayapura yang menjadi cikal bakal dari salah satu indikator pencapaian kota layak anak yang dimiliki oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan.

“Begitu banyak juga orang dewasa yang menjadi kader penggerak di masyarakat yang secara sukarela mendampingi anak-anak serta anak remaja juga telah menjadi sahabat sumber informasi,”  sambungnya.

Agnes juga pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tokoh-tokoh gereja, dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS, karena tokoh gereja mempunyai kekuatan yang besar untuk mendampingi umat melihat betapa pentingnya penanggulangan HIV ADIS menuju kehidupan yang sehat.

Ditambahkan,  sebanyak 37 kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan usaha dimana salah satunya dalam pengelolaan sampah hingga ke level nasional. Bahkan telah menjadi fasilitator sampai di Sumatera.

“Sehingga kalau kita berhasil maka kita juga pasti akan menjadi berkat bagi orang lain,” tambahnya.

Selain itu juga, capaian fasilitas pipanisasi dan sanitasi dan menumbuhkembangkan kesehatan anak dan keluarga. Kemudian kader peduli lingkungan yang berkontribusi untuk perlindungan hutan untuk bisa mengurangi dampak bencana.

“Pencapaian ini bukan merupakan keberhasilan dan milik Wahana Visi Indonesia semata namun merupakan milik masyarakat kota Jayapura. Dengan harapan meskipun WVI tidak mendampingi namun ke depan kami boleh mendengar keberhasilan,” tukasnya.

Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah Yayasan Sosial Kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga