Pempus Tak Tegas Hanya Naikan Harga Rokok

Share it:
Nathan Pahabol
Jayapura, Dharapos.com
Rencana Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga rokok mendapat dukungan sejumlah kalangan.

Namun oleh sebagian pihak kebijakan tersebut dinilai tidak tepat bahkan terkesan tak tegas.

“Kami sebagai perwakilan masyarakat salut kepada kebijakan Pemerintah cuma sayangnya tidak tegas,” demikian pernyataan sikap yang disampaikan Anggota Komisi V DPR Papua Nathan Pahabol kepada sejumlah wartawan, Senin (22/8).

Meski demikian, menurut anggota Komisi yang membidangi kesehatan dan budaya tersebut bahwa seharusnya Pemerintah harus bersikap lebih tegas lagi yaitu dengan menutup perusahaan penghasil rokok.

“Kalau kita melihat di semua media massa ramai diberitakan bahwa pemerintah akan menaikan harga rokok per bungkusnya 50 ribu rupiah. Itu sangat bagus tetapi itu bukanlah solusi yang tepat,” cetusnya.

Tepatnya, tegas Pahabol,  perusahaan yang ada di Indonesia khususnya yang memproduksi rokok harus ditutup.

Dan kalau sampai bertentangan dengan Undang-Undang bahwa perusahaan tersebut mempunyai hak memproduksi rokok maka harus ada kebijakan harga rokok harus dinaikkan.

“Kenapa saya bilang perusahaan rokok harus di tutup agar masyarakat tidak lagi membeli rokok . Karena kalau tidak di tutup, sekalipun harga rokok dinaikkan masyarakat akan tetap membeli rokok karena rokok sudah mendarah daging di kalangan masyarakat Indonesia,” urainya.

Jadi, kalau mau memutuskan mata rantainya, maka Pempus harus menutup pabrik rokok yang ada di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Pahabol menambahkan, sebagai mana diketahui bersama bahwa sudah ada UU yang melarang masyarakat merokok di tempat umum dan itu sudah berlaku di negara-negara maju dan Indonesia termasuk di dalamnya.

“Sebagai wakil rakyat saya mau sampaikan khususnya bagi orang  Papua baik di pedalaman, pegunungan maupun pesisir pantai harus perlu adanya kesadaran bahwa rokok itu adalah ancaman bagi kesehatan dan lingkungan sekitar anda berada,” tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga