Demo Massa BMD-ALAM, KPU Kota Janji Teruskan Aspirasi ke Pusat

Share it:
Aksi demo puluhan massa pendukung BMD - ALAM di pelataran Kantor KPU Kota Jayapura, Sabtu (24/12) 
Jayapura, Dharapos.com
Puluhan Massa pendukung dan simpatisan serta tim kampanye pasangan calon Wali Kota Boy Markus Dawir, SP dan Wakil Wali Kota Jayapura periode 2017-2022, DR. H. Nur Alam, SE, M.Si nekad melakukan aksi demo damai di kantor KPU Kota Jayapura, Sabtu (24/12).

Namun sayangnya, aksi demo damai tersebut berlangsung kurang lebih tiga jam ini berjalan cukup alot ternyata dilakukan tanpa mengantongi izin resmi dari kepolisian setempat.

Pantauan media ini, Kapolres, Wakapolres Jayapura Kota dan Kapolsek Abepura yang berada di kantor KPU Kota Jayapura langsung bertindak tedak dengan membubarkan massa karena aksi demo dinilai mengganggu umat Nasrani di Kota Jayapura yang sementara mempersiapkan diri ke gereja mengikuti ibadah malam persiapan Natal atau Malam Kudus.

Bahkan meski telah dibubarkan, koordinator demo masih terus berupaya melakukan lobi bersama aparat keamanan agar tidak membubarkan massa aksi dan meminta kepada pihak kepolisian untuk menghadirkan komisioner KPU Kota Jayapura mendengar aspirasi yang di sampaikan massa pasangan BMD – ALAM.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye pasangan BMD – ALAM, Christian Kondobua, SH, MH menegaskan alasan pihaknya bersama massa pendukung mendatangi kantor KPU Kota Jayapura di saat umat Nasrani sedang mempersiapkan diri menyambut hari kelahiran sang Juruslamat karena selaku penyelenggara, lembaga tersebut dinilai tidak komitmen dengan keputusan pleno yang ditetapkan tanggal 13 Desember 2016 lalu.

Pembubaran dilakukan oleh Polisi karena demo tersebut tak kantongi izin kepolisian setempat
Ditegaskan pula, bahwa pasangan BMD – ALAM tetap tunduk pada aturan dan menerima semua putusan KPU Kota Jayapura asalkan semuanya itu berjalan sesuai aturan dan UU yang berlaku.

“KPU Kota Jayapura Tidak Boleh Mencabut Permohonan Kasasi MA di PT TUN Makassar, Menolak Intervensi KPU Papua dan KPU Pusat Terhadap Proses Hukum Yang Sedang Berlangsung di Mahkamah Agung Republik Indonesia, KPU RI, KPU Papua dan KPU Kota Jayapura Jangan Jadi Provokator Pemicu Kerusuhan di Kota Jayapura, Natal Membawa Damai KPU Ciptakan Konflik Stop Jadi Provokator,” tegas Kondobua saat membaca pernyataan sikap yang di serahkan kepada Ketua dan Komisioner KPU Kota Jayapura.

Massa aksi  juga meminta kepada KPU Papua dan Pusat agar tidak boleh intervensi yang berlebihan terhadap keputusan pleno KPUD Kota Jayapura.

“Kami massa pendukung pasangan Calon Wali Kota Jayapura nomor urut dua BMD – ALAM tetap berada di belakang KPUD Kota Jayapura untuk menegakan kebenaran yang adil karena KPU adalah lembaga yang sah di bentuk Negara RI untuk melaksanakan UU dan Keputusan – keputusan Pemerintah Republik Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Jayapura, Yermias Numberi, SH membantah jika ada intervensi dari KPU Pusat.
Ketua KPU Kota Jayapura, Yermias Numberi, SH 

Namun, ia mengakui bahwa ada surat dari KPU Pusat yang di tujukan kepada KPU Kota melalui KPU
Provinsi Papua yang meminta agar mencabut memori Kasasi yang sudah diajukan ke MA untuk melihat keabsahan Partai PKPI.

“Dengan aksi demo ini kami akan berkoordinasi dengan KPU Provinsi untuk memberikan informasi kepada KPU Pusat mempertimbangkan proses pencabutan Kasasi di MA melalui PT TUN Makassar, karena dapat menimbulkan konflik di Kota Jayapura,” terang Numberi kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (24/12).

Ia juga menjelaskan, jika pihaknya tetap menindaklanjuti aspirasi demokrasi dari masyarakat Kota Jayapura yang tidak menginginkan calon tunggal di Kota Port Numbay.

Sehingga hal ini menjadi perhatian bagi KPU Kota Jayapura untuk ditindak lanjut seperti apa ke KPU Provinsi Papua dan Pusat.

“Sampai saat ini kita tahu bahwa masih tetap dua calon selama belum ada keputusan dari KPU itu tetap dua calon. Karena perintah KPU Pusat untuk pencabutan kasasi di MA melalui PT TUN Makassar itu masih dalam tahapan proses jadi tidak ada calon tunggal, sehingga saya harus tegaskan bahwa sekarang tetap dua pasangan calon,” jelasnya.

Ditambahkan, proses tahapan pilkada tetap jalan terus sambil menunggu proses pencabutan Kasasi.

"Tapi itu semua kembali lagi ke MA atas surat kasasi yang sudah kami masukan," tegasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga