Ribuan Masyarakat Hadiri Ibadah Natal Keluarga Mano

Share it:
Keluarga besar yang diwakili DR. Benhur Tomi Mano, MM saat berkesempatan menyalakan lilin Natal 
Jayapura, Dharapos.com 
Keluarga besar Mano menggelar ibadah Natal dengan mengambil lokasi di kediaman DR. Benhur Tomi Mano, MM, Jalan Jeruk Nipis, Kawasan Kotaraja, Kamis (29/12).  

Ibadah tersebut sekaligus juga sebagai pengucapan syukur kepada Tuhan Yesus atas seluruh aktivitas di sepanjang tahun 2016 yang diwarnai suka dan duka yang tetap dalam tuntunan serta kelimpahan berkat dan kasih karunia dari Sang Juruslamat dunia.

Ibadah yang dihadiri ribuan masyarakat Kota Jayapura ini dipimpin Pdt. Dr. Since Loupatty.

Pantauan Dharapos.com, masyarakat terlihat memadati tenda-tenda yang telah disiapkan di areal pelataran rumah dan jalan masuk ke kediaman hingga parkiran.

Turut hadir Penjabat Wali Kota Daniel Pahabol, S.Pd, MM, Sekretaris Daerah Kota Jayapura Rasmus D. Siahaya, SH, MM dan sejumlah pimpinan SKPD di lingkup Pemerintah Kota Jayapura.

Penjabat Wali Kota Daniel Pahabol, S.Pd, MM juga turut menyalakan lilin
Tampak hadir pula, Ir. H. Rustan Saru, MM dan istri, manajemen dan pendiri Persipura serta para pemain bersama keluarga masing-masing.

Pdt. Dr. Since Loupatty, dalam refleksi Natal sebagaimana dikutip dari Kitab Yesaya 8:23 - 9:6, menyoroti sebutan kata Damai yang banyak digunakan di bulan Desember dibanding 11 bulan sebelumnya.

Urainya, kata damai banyak terdengar pada lantunan lagu, juga terpampang di spanduk depan rumah, kantor dan di jalan-jalan hingga kartu Natal. Damai juga dipasang lewat sms, WA, Facebook bahkan dalam sambutan-sambutan yang berkaitan dengan perayaan Natal.

Intinya, bulan Desember identik dengan damai yang terlihat dari semua yang telah disebutkan tadi.

"Tetapi ketika kita menggebu-gebu dengan semua yang berbau Damai, kondisi dunia ini justru dalam keadaan yang bertolak belakang dengan slogan-slogan atau kata damai yang begitu menggema di bulan yang rahmat ini," urai Pendeta.

Pdt. Dr. Since Loupatty juga turut menyalakan lilin Natal 
Bahkan di belahan bumi ini, lanjut dia, terjadi kejadian-kejadian yang jauh dari kesan damai.

"Seperti yang terjadi terhadap bangsa Yehuda yang harus hidup dan berada di dalam masa penjajahan dan penekanan dan mereka sedang ditertawai oleh bangsa yang menjajah mereka yaitu bangsa Asyur sehingga tidak ada damai bagi mereka," lanjut Pendeta.

Hingga kemudian datang Yesus Kristus yang disebut sebagai Raja Damai yang  telah meletakkan dasar-dasar etika moral bahwa hanya perdamaian yang bisa mengatasi berbagai kebencian dan perselisihan.

"Dasar yang kokoh bagi damai sejahtera adalah keadilan dan kebenaran," cetusnya.

Indonesia butuh damai sejahtera artinya butuh dasar yang kokoh bagi terwujudnya damai sejahtera atau masyarakat yang adil dan makmur yang didasari pada keadilan dan kebenaran.

"Dan keadilan dan kebenaran itu telah ditunjukkan oleh Tuhan Allah melalui Yesus Kristus," sambungnya.

Persembahan lagu pujian
Karena itu, apapun situasi politik yang terjadi di Indonesia, maka jadilah pembawa damai dengan berpegang kepada kebenaran dan keadilan.

Ditegaskan Pendeta, dalam dunia politik, kebenaran dan keadailan menjadi abu-abu.

"Hari ini teman, besok lawan, hari ini berkata ya besok pun tidak lagi. Tetapi apabila kita sebagai pengikut Yesus maka ya adalah diatas ya begitu pula tidak diatas tidak meski berada di dunia politik sekalipun," tegasnya.

Secara asasi, politik adalah satu cara untuk membuat kesejahteraan bagi masyarakat luas dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kepentingan politik sesaat atau untuk kelompok tertentu atau partai saja.

"Karena itu, Yesus mengajak kita yang berpolitik praktis adalah bagaimana membawa damai dalam apa yang saudara lakukan.  Ketika kita berada di kursi legislatif sebagai eksekutif bawalah damai sejahtera Kristus dan letakkan kebenaran dan keadilan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus diatas segala-galanya," kembali tegas Pendeta.

Warga masyarakat yang turut hadir dalam ibadah Natal Keluarga besar Mano
Ia juga mengingat para anak Tuhan yang kini terlibat dalam percaturan politik agar dalam  pertarungannya tetap mengedepankan teladan Kristus  di atas segala-galanya.

"Buktikanlah bahwa politik itu tidak kotor tapi sebagai pembawa damai sejahtera bagi masyarakat sekaligus
menghapus image di masyarakat bahwa politik itu kotor. Anak-anak Tuhan harus tampil menjadi lilin terang dalam dunia politik  dengan mempertahankan kebenaran dan tidak padam karena uang dan jabatan," imbuh Pendeta.

Umat Tuhan harus tampil sebagai pembawa damai sejahtera di tanah Papua karena terlalu banyak tangisan di tanah ini karena ketidakadilan dan ketidakbenaran.

"Pembawa damai itu telah datang untuk memberi dirinya demi orang lain supaya diselamatkan dan figur seperti inilah yang dibutuhkan di Papua. Ibarat seorang guru yang mempunyai hati dan memberi diri bagi orang lain supaya damai sejahtera Kristus tersalurkan melalui dirinya kepada masyarakat di tanah Papua," tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga