2016, Inflasi Papua Rendah Dibanding Tahun Sebelumnya

Share it:
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Joko Supratikto dalam konferensi pers membahas pencapaian inflasi Papua sepanjang tahun 2016  bertempat di Kantor Perwakilan BI Papua, Lantai I, Senin (9/1)
Jayapura, Dharapos.com
Inflasi Papua secara tahunan mencapai 3,26 persen. Angka ini masih lebih rendah bila di bandingkan dengan inflasi sepanjang tahun 2015 lalu sebesar 3,57 persen.

Demikian pernyataan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Joko Supratikto dalam konferensi pers membahas pencapaian inflasi Papua sepanjang tahun 2016  bertempat di Kantor Perwakilan BI Papua, Lantai I, Senin (9/1).

Diakuinya, Inflasi di Papua pada Desember 2016 lalu mencapai 1,36 persen.
Hal ini terbilang meningkat dibandingkan inflasi yang terjadi di bulan sebelumnya dimana tercatat hanya 1,24 Persen.

"Kenaikan inflasi ini dipicu oleh tingginya kenaikan harga komoditas yaitu tarif angkutan udara, sehingga angka inflasi pada Desember 2016 lebih 0,12 persen dibanding bulan sebelumnya," terangnya.

Kantor perwakilan BI Papua sendiri memperkirakan inflasi bulanan di Papua pada Desember 2016 sebesar 1,24 persen bila di bandingkan dengan bulan November 2016 yang hanya mengalami inflasi sebesar 0,05 persen.

Sedangkan, tekanan inflasi kelompok inti (core) pada Desember 2016 relatif terkendali di bandingkan bulan sebelumnya tercatat sebesar 0,14 persen.

Sementara bila di lihat dari Kota, inflasi bulanan Kota Jayapura mencapai 1,76 persen jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi bulanan Merauke yang hanya 0,24 persen.

"Demikain pula bila di lihat secara tahunan inflasi Kota Jayapura mencapai 4,13 persen jauh lebih tinggi di bandingan Merauke yang hanya 0,82 persen," urai Supratikto.

Ia mengakui pencapaian inflasi Papua yang terkendali cukup rendah tidak terlepas dari komitmen dan peran aktif Tim Pengendalin Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga melalui berbagai program.

"Seperti inspeksi mendadak untuk memastikan ketersediaan stok di pasar, melakukan pasar murah dan operasi pasar menjelang Idul Fitri dan Natal," sambung Supratikto.

Untuk inflasi Papua pada Januari 2017 , BI memperkirakan lebih rendah dari Desember 2016.

Asesmen kantor perwakilan BI Papua memperkirakan bahwa inflasi Papua pada Januari 2017 bisa mencapai 0,87 persen atau secara tahunan tekanan inflasi di awal 2017 mencapai level 3,13 persen.

Sementara untuk keselurahan tahun 2017, kantor perwakilan BI Provinsi Papua memperkirakan inflasi Papua tetap stabil dan rendah pada kisaran 4,32 persen.

"Inflasi yang stabil dan rendah menjadikan daya beli masyarakat tetap kuat dan terjaga. Selanjutnya daya beli yang kuat akan mendorong perekonomian semakin bergeliat, pertumbuhan ekonomi meningkat dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga