BI Papua : Peredaran Uang Palsu Hingga Akhir 2016 Meningkat

Share it:
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Joko Supratikto dan Wakapolda Papua Brigjen. Agus Rianto saat memberikan keterangan pers
Jayapura, Dharapos.com
Peredaran uang palsu hingga akhir tahun 2016 mengalami peningkatan jika dibanding pada tahun sebelumnya.

Demikian penegasan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Joko Supratikto usai digelarnya Edukasi dan Sosialisasi Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tahun Emisi (TE) 2016 bagi jajaran Kepolisian Daerah setempat yang berlangsung di Aula Rastra Samara, Polda Papua, Kamis (5/1).

"Yang masuk ke kantor BI, kami temukan berjumlah 100 lembar yang terdiri dari pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu rupiah," rincinya.

Sementara, jika dibandingkan dengan tahun 2015 hanya 23 lembar uang palsu yang ditemukan.

"Kami dari pihak BI tetap waspada dan kerja sama dengan aparat kepolisian perlu kita intensifkan," lanjutnya.

Di saat yang sama, Wakapolda Brigjen. Agus Rianto mengemukakan dalam proses penanganan masalah tentu ada mekanismenya dan diperlukan alat bukti yang mencukupi terutama masalah peredaran uang palsu di Papua.

Terlepas dari masalah tersebut, ia juga menghimbau kepada warga masyarakat apabila memiliki informasi apapun termasuk beredarnya uang yang mencurigakan agar segera melapor ke aparat kepolisian.

"Dan kami akan telusuri bersama dengan pihak BI untuk membuktikan apakah itu uang palsu atau bukan," tegasnya.

Kedepan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasikan internal dengan jajaran kepolisian mengingat hanya sebagian kecil anggota yang hadir pada acara sosialisasi ini.

"Sehingga seluruh anggota dapat memahami dan mengetahui tentang adanya penerbitan uang baru yang beredar," tukasnya.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga