Disdukcapil Kota Siap Kembangkan Aplikasi DAKU bagi Orang Papua

Share it:
Kepala Disdukcapil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli, SE, MM
Jayapura, Dharapos.com
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura saat ini memiliki Aplikasi Khusus Orang Asli Port Numbay atau yang disebut Data Khusus (DAKU ).

Aplikasi ini telah masuk dalam program inovasi pelayanan publik dari 8 inovasi pelayanan yang telah diterapkan di instansi tersebut.

"DAKU ini nantinya akan terus dikembangkan tidak hanya sebatas mengakomodir data orang asli Port Numbay namun juga akan masuk data orang asli Papua luar Port Numbay, seperti Biak, Serui maupun kabupaten lainnya yang ada di Papua," terang Kepala Disdukcapil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli, SE, MM, yang dikonfirmasi, di ruang kerjanya, Senin (23/1) pagi.

Diakuinya, inovasi pelayanan publik ini menggunakan server sendiri, hanya saja pihaknya masih kesulitan pada marga yang merupakan penduduk luar Port Numbay.

Untuk itu, dalam rangka memaksimalkan aplikasi tersebut, pihaknya dalam hal ini Pemkot Jayapura akan membangun kerja sama dengan seluruh Pemerintah Kabupaten di Provinsi Papua.

"Memang persoalannya nanti apakah pihak Pemerintah kabupaten setempat juga sudah mengantongi nama dan marga penduduk asli ataukah tidak," akui Merlan.

Dijelaskan pula, bahwa terkait Aplikasi DAKU Papua ini, pihak Pemerintah Provinsi juga tidak memiliki data orang Papua asli, karena aplikasi ini hanya ada di Pemkot dalam hal ini Disdukcapil Kota Jayapura.

"Makanya Disdukcapil Kota Jayapura hanya mendata orang Papua yang ada di kota ini," jelas Merlan.

Padahal menurutnya, data-data orang asli Papua sangat penting karena salah satunya dimanfaatkan dalam pembagian dana Otonomi Khusus.

Sehingga ada peluang pembagian dana Otsus di Kota Jayapura bisa ditingkatkan karena banyaknya orang Papua yang berdomisili di ibukota provinsi paling timur Indonesia ini.

"Untuk Kota Jayapura, kami tidak mengalami kesulitan karena nama dan marga orang asli Port Numbay semuanya ada pada Pemerintah kota yang diambil dari Bappeda setempat," sambungnya.

Karena itu, dalam rangka mendata orang Papua yang bukan orang Port Numbay, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri namun harus ada koordinasi dan kerja sama dengan Pemerintah daerah yang masuk dalam aplikasi ini khususnya diperuntukkan bagi mereka yang datang ke Kota Jayapura.

Pendataan itu, kata Merlan, memang bisa dilakukan namun akan dilaksanakan secara bertahap.

"Seperti dengan pemuda Biak, dimana sebelumnya Pemerintah kota dalam hal ini Dispdukcapil Kota Jayapura harus menyurat ke Pemerintah Kabupaten Biak sehingga Pemerintah daerah setempat segera mengemas data dimaksud," kata dia.

Merlan juga memastikan bahwa di tahun 2017 ini akan dilakukan pendataan melalui server yang ada pada Disdukcapil setelah melakukan kerja sama dengan Bappeda Kota Jayapura.

Karena ini juga untuk menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Papua untuk seluruh daerah di Papua yang diharuskan mengetahui populasi orang asli Papua di masing-masing kabupaten.

"Apabila kabupaten-kabupaten lain di Papua memiliki server pendataan orang asli Papua maka kami hanya tinggal mengadopsi datanya saja," sambungnya.

Merlan juga menambahkan selain nama marga, jika pihaknya juga harus mengetahui juga pertumbuhan orang asli Port Numbay khusus yang berada di luar Kota Jayapura sehingga bisa diketahui berapa jumlah mereka yang merantau.

Perlu diketahui, berbagai inovasi yang dilakukan Disdukcapil Kota Jayapura ini cukup menyita perhatian publik.

Hal ini sebagai wujud kepedulian wanita berdarah Gorontalo ini bersama seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di negeri berjuluk "Matahari Terbit" ini.

Dan yang terpenting pula dilakukan dengan hati sehingga semua pelayanan bisa berjalan dengan baik, lancar dan tanpa ada kendala.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga