GM Telkom Papua : Proses Penyambungan Kabel SMPCS Telah Selesai

Share it:
GM. PT Telkom Papua, Lonely Baringan (kedua dari kiri) saat memberikan keterangan soal putusnya kabel optik di Laut Sarmi dan beberapa item yang harus dilalui dalam rangka proses perbaikan 
Jayapura, Dharapos.com
General Manager PT. Telkom Papua, Lonely Baringan memastikan proses penyambungan kabel laut SMPCS di perairan Laut Sarmi, Papua telah selesai.

"Saat ini sudah masuk tahap akhir atau yang disebut final release artinya melepaskan kabel SMPCS ke dasar laut," urainya saat dikonfirmasi Dharapos.com melalui telepon selulernya, Jumat (27/1) sekitar pukul 19.30 WIT tadi.

Dirincikan, setelah seluruh tahapan telah selesai baik proses penyambungan maupun pengukuran dan tindakan selanjutnya adalah melepaskan titik sambung kabel SMPCS (joint box, red) ke dasar laut sesuai dengan titik koordinatnya.

"Jadi, kabel-kabel Telkom itu ada koordinatnya sehingga saat dilepaskan ke dasar laut tidak bisa dilakukan tanpa itu, tetapi harus sesuai dengan koordinat untuk pengawasan," rinci Baringan.

Rampungnya seluruh tahapan perbaikan tersebut tetap ditargetkan pada Jumat (27/1).

"Ditargetkan rampung pada hari ini juga, sudah normal kembali. Dan kalau kalimat saya pada presentasi awal kemarin itu istilahnya plant of work artinya yang namanya rencana itu tergantung situasi atau tergantung hasil kerja," lanjutnya.

Meski diakui Baringan, tim di lapangan masih harus berjuang keras agar tidak melewati dari target rencana kerja perbaikan kabel ini.

"Malam ini kami usahakan sampai pukul 23.59 WIT pada tanggal 27 Januari karena sesuai plant of work kami adalah realisasinya juga sesuai dengan target kawan-kawan di kapal. Jadi kami masih optimislah, kabel Telkom ruas Jayapura - Sorong akan normal kembali," akuinya seraya menambahkan bahwa saat bertelepon dengan kru Dharapos.com sementara dilakukan proses penurunan kabel dan pengamannya (joint box).

Saat ini, ujar Baringan, dirinya bersama seluruh tim di darat sementara stand by menantikan instruksi dari tim yang sementara berada di atas kapal.

"Kami dalam hal ini selalu menunggu instruksi dari kapal, kalau kapal minta apa kami layani di darat karena ini berkaitan dengan power. Kami harus hati-hati sekali, tidak boleh sembarang dalam mengeksekusi pekerjaan di lapangan. Jadi, apa yang diinstruksikan dari kapal, itu yang kami kerjakan di darat artinya saling berkaitan antara teman-teman di kapal dan kami di darat," cetusnya.

Sementara, untuk tahapan final release ini dibutuhkan waktu 4 - 6 jam.

"Kalau di ujung yang satu ke arah Sorong kan sudah tersambung dan sekarang sementara dilepaskan ke dasar laut kabel dan joint box yang arah ke Jayapura dan untuk tahapan ini dibutuhkan waktu 4 - 6 jam," beber Baringan.

Olehnya itu, pihaknya tetap optimis seluruh tahapan proses perbaikan yang di targetkan PT Telkom akan tetap rampung hari ini.

"Bahkan sejak siang hingga sore tadi saya minta Pak Bowo untuk siapkan rilis dan langsung di share ke semua teman-teman media agar bisa langsung diinformasikan ke publik terkait pekerjaan di lapangan," tukasnya.

Sebelumnya, Communication and Secretariate PT. Telkom Witel Papua, Wibowo Raharjo dalam rilis yang diterima media ini merincikan beberapa tahapan pekerjaan.

Pagi tadi Jumat 27 Januari 2017, proses penyambungan kabel telah selesai, yang ditandai dengan proses pemadatan plastik cair selama 6 jam.

"Setelah tahap tersebut selesai kapal telah mengirim PSM (Power Supply Message) sebagai tanda bahwa kabel sudah siap untuk dialiri beban," urai Raharjo.

Kemudian, lanjut dia, dilakukan uji coba  guna memastikan kabel tersebut sudah benar-benar normal. Dan sudah dilakukan pada pukul 11.00 hingga 11.55 WIT, siang tadi.

"Setelah uji coba tadi dapat berjalan lancar maka dari darat pada pukul 12.30 WIT telah mengirim PSM ke kapal sebagai tanda bahwa uji coba berjalan dengan normal," cetus Raharjo.

Usai proses PSM dari darat ke kapal tersebut, maka kemudian dimulailah proses final realese yaitu penurunan kabel dari kapal ke laut.

Prosesnya setelah kabel tinggal beberapa meter maka akan dipasang tali dan alat yang akan mendeteksi bahwa kabel tersebut sudah berada pada posisi yang benar.

Dan apabila posisi kabel sudah benar maka alat tadi akan melepas kabel tersebut dan proses selanjutnya, kapal akan mengirim PSM ke darat sebagai tanda bahwa darat sudah bisa menghidupkan sistem.

"Saat ini sistem kabel laut SMPCS sudah beroperasi," kembali terang Raharjo di akun WA-nya.

Sambil menunggu proses ini kapal Nusantara Explore milik PT. Telkom Indonesia masih akan berada di perairan tepat di titik lokasi perbaikan selama 6 jam untuk memastikan bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik dan normal.

(HAR/VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

1 comments:

  1. Sambung kabel itu jangan deng tali rafia supaya tdk putus2...bsok2 gempa sedikit sj su putus..

    BalasHapus

Olahraga