Pahabol Sesalkan Dirinya Dituding Memihak Salah Satu Kandidat

Share it:
Penjabat Wali Kota Daniel Pahabol, S.Pd, MM
Jayapura, Dharapos.com  
Penjabat Wali Kota Daniel Pahabol, S.Pd, MM menyesalkan adanya tudingan terhadap dirinya yang dinilai memihak salah satu kandidat Calon Wali Kota Jayapura.

Ia pun mengingatkan para pendemo atau orator untuk lebih memahami hukum yang berlaku karena dirinya hadir sebagai birokrat murni bukan dan bukan sebagai politikus.

Pernyataan tersebut disampaikan Pahabol, Selasa (24/1) saat menanggapi penyataan para pendemo dari Barisan Massa Demokasi (BMD) yang menuding dirinya memihak ke salah satu kandidat.

"Ucapan salah satu orator demo itu tidak benar dan tidak berdasar," bantahnya.

Ditegaskan Pahabol, sebagai seorang  birokrat murni, dirinya tidak pernah terlibat dalam politik apa lagi memihak kepada satu kandidat.

"Jika BTM dan BMD menyampaikan undangan maka saya harus hadir,  karena saya orang Pemerintah daerah, dan siapa pun yang punya acara maka saya wajib hadir, tanpa memihak kepada salah satu calon," kembali tegasnya.

Karena itu, sekali lagi Pahabol ingatkan para pendemo atau orator untuk lebih memahami hukum yang berlaku.

"Jangan seenaknya menilai karena siapa pun masyarakat yang menggelar acara atau hajatan maka saya harus pergi, dan kemana pun masyarakat meminta, saya harus hadir," cetusnya.

Diungkapkan Pahabol, akan berbeda jika orang yang terlibat langsung dalam politik, maka dia tidak biasa hadir di acara lawan politiknya atau kandidat lainnya begitu juga sebaliknya.

Sedangkan bagi dirinya yang adalah seorang birokrat murni, maka sudah hukumnya untuk hadir pada kepentingan kedua belah pihak.

"Lebih baik saya buang batu kepada anjing dan anjingnya lari, dari pada saya buang batu kepada batu yang tidak bisa bergerak. Artinya saya bicara aturan dengan orang yang tidak paham aturan maka hasilnya sama saja karena tidak akan ada reaksi apa- apa," sindirnya.

Pahabol mengaku merasa dilecehkan dengan pernyataan pendemo yang mengatakan dirinya lebih memihak kepada satu kandidat.

"Dia (Pendemo, red) besok datang dan membawa surat dasar hukumnya yang saya ajukan ke Kementrian Dalam Negeri RI, saya minta besok,  dan ajukan ke saya," bebernya.

Bahkan Pahabol dengan tegas meminta pendemo tidak melibatkan masyarakat Pegunungan untuk mendukung aksi demo karena mereka datang ke Kota Jayapura ini untuk kuliah.

"Yang berhak mendemo adalah masyarakat Kota Jayapura," tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga