Papua Kembali Ekspor Kayu Olahan ke Shanghai China

Share it:
Asisten II Setda Papua Drs Elia I. Loupatty, MM, Ketua Iswa Komda Papua Daniel Garden, GM PT Pelindo Jayapura Junus Jusuf berpose bersama usai pelepasan  Ekspor Kayu Olahan Papua Langsung dari
Pelabuhan Jayapura, Senin (9/1)
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Papua bekerjasama dengan Iswa Komda Papua dan PT. Pelindo 4 Jayapura kembali mengekspor  sebanyak 30  Container kayu olahanke Shanghai (China) menggunakan Kapal Oriental Diamond.

Sebelumnya pada  tanggal 9 April tahun lalu, Pemprov telah mengekpor kayu olahan sebanyak  9  kontainer ke Shanghai.

Demikian diungkapkan  Asisten II  Bidang Perekonomian dan  Kesra Sekda Papua Drs Elia I. Loupatty, MM didampingi Ketua Iswa Komda Papua Daniel Garden,  General Manager PT. Pelindo 4 Jayapura Jusuf Junus, ketika  upacara pelepasan  ekspor kayu olahan Papua langsung dari Pelabuhan Jayapura,  Senin (9/1).

Dikatakan Loupatty,  kayu olahan yang diekspor  berupa Flooring dan Dorgem   sebanyak 30 kontainer dengan nilai penerimaan pajak sebesar Rp 405 Juta  dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 475 Juta.

Menurut dia, pihaknya mengharapkan pada  peringatan 4 tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada   tanggal 9 April 2017, dapat dilakukan lagi ekspor paling tidak sebanyak 100 kontainer produk-produk Papua langsung dari Pelabuhan Jayapura.

Loupatty mengatakan, pihaknya juga mengharapkan ekspor kayu olahan  yang kedua dari Papua ini dapat diterima di negara tujuan, karena punya standar internasional dan  telah melalui prosedur-prosedur  legitimasi dari masing-masing instansi  misalnya  Dinas Kehutanan, Bea Cukai, Karantina dan lain-lain.

“Dengan demikian, ekspor ini menunjukan Papua mengarah ke pengekspor dan bukan hanya  daerah penerima atau pengimpor,” katanya.

Karena itu,  terangnya, pihaknya mengharapkan para Kepala SKPD lainnya juga dapat meningkatkan jenis komoditas lainnya berkualitas ekspor selain kayu olahan, seperti hasil laut, kopi dan lain-lain   yang memiliki pangsa pasar cukup besar  didunia.

Terkait adanya jaminan  untuk menjaga kelestarian hutan Papua dari ekspor kayu olahan ini, kata dia, pihaknya tetap menjaga kelestarian hutan Papua  sebagai paru-paru dunia sebanyak  81-83 persen, dimana sebagian kecil diolah untuk menumbuhkan ekonomi  daerah dan meningkatkan pendapat  rakyat.

Sementara itu, Daniel Garden mengatakan, kayu olahan merupakan komoditas ekspor nomor dua setelah pertambangan. Kayu olahan khususnya memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi dan menyerap  tenaga kerja yang besar pula.

”Kami minta dukungan Pemprov Papua, agar ekspor kayu olahan langsung dari Pelabuhan Jayapura dilakukan secara  rutin sebulan sekali,” ungkapnya.

Junus Jusuf mengutarakan,  pihaknya mengharapkan  dengan nilai ekspor yang telah diberikan ini akan
mendatangkan sesuatu bagi  Indonesia, khususnya Papua, sehingga  nilai ekspor makin terus bertambah dari waktu ke waktu.

“Tapi  tentunya harus mendapat dukungan dari SKPD terkait, karena   banyak komoditas-komoditas unggulan yang ada di Papua punya nilai ekspor yang tinggi,” jelasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga