Pemkot Gelar Konsultasi Publik Pembangunan Padepokan Volley di Entrop

Share it:
Asisten III Setda Kota Jayapura, Dr. Frans Pikey, M.Si mewakili Penjabat pada acara pembukaan Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Padepokan Volley di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (26/1)
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, bersama 4 kabupaten lainnya di Papua yang akan bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara even olahraga nasional terbesar di Indonesia sehingga dipastikan membutuhkan sejumlah venue yang sedianya digunakan untuk menggelar berbagai lomba.

Berkaitan dengan itu, Pemkot melalui Badan Lingkungan Hidup Kota Jayapura menggelar konsultasi publik terkait pembangunan padepokan volley di Kelurahan Entrop.

"Pembangunan padepokan ini merupakan salah satu dari venue dimaksud," demikian sambutan Penjabat Wali Kota yang diwakili Asisten III Setda Kota Jayapura, Dr. Frans Pikey, M.Si pada acara pembukaan Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Padepokan Volley di Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (26/1).

Diakuinya, Papua hingga saat ini masih membutuhkan sejumlah venue lain terutama Kota Jayapura sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XX Papua.

 Ketua Komisi Amdal Kota Jayapura, Kety Kailola saat menyampaikan laporan
Pembangunan padepokan volley dengan luas bangunan 20.000 meter persegi, dalam rencana master plan terdiri dari wisma atlit (2 tower), Stadion utama volley pantai, bangunan utama komersil, plaza, Amphitetre, parkir kawasan dan parkir bus.

Diharapkan dengan adanya pembangunan padepokan Volley menggunakan rancangan desain ini, akan memberikan dampak pada lingkungan sekitar.

Dijelaskan, konsultasi publik yang berlangsung saat ini dipandang penting dalam perencanaan awal proses Analisis Dampak Lingkungan hidup (Amdal) dan merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang pedoman keterlibatan masyarakat dalam proses Amdal dan izin lingkungan.

Kepada pihak konsultan Amdal, Penjabat mengingatkan agar lebih memperhatikan kajian lingkungan dalam proses pembangunan padepokan Volley.

"Terutama terkait penting tidaknya dampak terhadap aspek lingkungan yang bersifat kontekstual, terutama nilai-nilai yang dianut masyarakat sekitarnya dengan dampak yang ditimbulkan," imbuhnya.

Pihak pemrakarsa juga diminta untuk memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam konstruksi perencanaan pembangunan.

Peserta konsultasi publik
Keterlibatan masyarakat dalam proses amdaldan izin lingkungan adalah informasi yang diberikan transparan dan lengkap. Dimana ada kesetaraan posisi di antara pihak-pihak yang terlibat penyelesaian masalah yang bersifat adil dan bijaksana dan koordinasi.

"Masyarakat dilibatkan agar mendapat informasi mengenai rencana usaha atau kegiatan yang berdampak penting," corong Penjabat.

Masyarakat juga, lanjut dia, dapat menyampaikan saran, pendapat atau tanggapan atas rencana usaha kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan serta proses pengambilan keputusan terkait dengan rekomendasi kelayakan atau ketidaklayakan.

Ditambahkan, konsultasi publik ini bersifat terbuka untuk umum dan diharapkan masyarakat lebih berperan aktif dalam memberikan saran dan masukan

Saat yang sama, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Jayapura yang juga Ketua Komisi Amdal Kota Jayapura, Kety Kailola dalam laporannya mengatakan tujuan konsultasi ini agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai rencana kegiatan pembangunan padepokan volley di Kelurahan Entrop.

"Masyarakat juga dapat menyampaikan saran, pendapat dan tanggapan terhadap rencana kegiatan pembangunan padepokan volley, serta dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan rekomendasi kelayakan atau ketidaklayakan pembangunan padepokan yang berdampak penting terhadap lingkungan," tukasnya.

(HAR)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga