Pesawat ATR 72 Masuk Oksibil, Legislator Dorong Maskapai Trigana Ganti Pesawat Lama

Share it:
Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua 
Jayapura, Dharapos.com
Anggota Komisi IV DPR Papua, Sinut Busup yang membidangi infrastruktur mengapresiasi masuknya pesawat jenis ATR72 milik Maskapai Trigana Air di Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin).

"Saya merasa senang karena adanya pesawat ATR 72 yang masuk ke Oksibil, Kabupaten  Pegunungan Bintang," ucapnya, saat dikonfirmasi di halaman parkiran DPR Papua, Senin (23/1).

Dengan adanya pesawat tipe ini yang masuk ke Oksibil, Sinut mengaku optimis hal itu akan berdampak pada harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut yang akan semakin turun.

Hal ini mengingat sejak awal akibat kurangnya sarana transportasi maka harga kebutuhan pokok di daerah tersebut sangat tinggi.

"Lepas dari itu, sebagaimana kita ketahui bersama Bandar Udara Oksibil memiliki ukuran landasan pacu yang pendek sehingga kalau ditargetkan pesawat berbadan besar masuk maka tentunya landasan pacunya harus di perpanjang lagi," sambung pria yang juga Ketua Fraksi Keadilan Nasional DPR Papua ini.

Untuk itu, pihak Dinas Perhubungan harus berpikir tentang perubahan APBD 2017 agar landasan pacu Bandara Oksibil harus diperpanjang lagi.

Sinut juga pada kesempatan tersebut menyarankan kepada pimpinan Maskapai Trigana Air yang selama ini melayani rute penerbangan ke wilayah Pegunungan Tengah Papua, untuk melakukan pergantian pesawat khusus yang sudah terbilang lama.

"PT Trigana harus mendatangkan pesawat tipe ATR 72 yang baru, dan jangan yang lama, apalagi dengan beberapa kali terjadinya kecelakaan," sarannya.

Sinut pun mengharapkan armada pesawat yang melayani rute ke wilayah Pegunungan Tengah harus betul-betul merupakan armada baru sehingga tidak lagi merugikan nyawa orang lain.

Ia juga menambahkan di wilayah pegunungan lainnya, yaitu Kabupaten Yahukimo, pihaknya juga sudah mendorong APBD senilai Rp 65 Miliar lebih untuk membuka akses jalan darat dari Lokonpatipi ke Suako dan seterusnya menuju ke pelabuhan besar.

"Target ke depannya, akses dari Surabaya - Timika langsung masuk ke Yahokimo, sehingga bahan pangan dan bangunan semua itu melalui Yahokimo terus ke Pegunungan Bintang," tukas Sinut.

(VIAN)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Papua

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga